Day 3 di Thailand: Menyusuri Bangkok hingga Wat Phaknam

Oleh Jordy Alghifari Harris

Hari Selasa, tanggal 30 Desember 2025, aku dan adik Azka diajak oleh papa berjalan kaki menyusuri Kota Bangkok, Thailand. Kami bertiga berjalan kaki meninggalkan hotel menuju Stasiun MRT Bangkok.

Sebelum pergi ke Stasiun MRT, kami bertiga pergi mencari sarapan terlebih dahulu. Kami menghampiri rumah makan dekat hotel, namun tempat makan itu tutup. Mungkin karena sebentar lagi Tahun Baru. Kami memaklumi dan mencari tempat makan yang lain. Kami berjalan kaki menjelajahi kawasan Khaosan Road, dekat dari penginapan dan banyak sekali bule yang berkunjung di sana.

Di perjalanan, kami berdiskusi dan berdebat soal sarapan pagi hari ini. Karena di Thailand susah sekali mencari makanan yang halal. Kebanyakan makanan mengandung babi, jadi harus selalu waspada memilih makanan-makanan yang ada di Thailand. Setelah berdebat dan berdiskusi panjang tentang sarapan, akhirnya papa yang memutuskan untuk sarapan di restoran Indian food.

Sesampainya kami di restoran Indian food, kami memesan 3 nasi briyani dan 3 ayam. Kami disuruh papa untuk belajar memanajemen keuangan masing-masing selama di perjalanan. Kami mengobrol selama di restoran India.

Setelah selesai makan di restoran India, papa mengajak kami berjalan kaki menuju terminal bus kota dengan nomor 6 dan turun di Stasiun MRT Sanam Chai. Sesampainya kami di Stasiun MRT Sanam Chai, kami membeli tiket kereta dengan harga 22 Baht atau sekitar 12 ribu rupiah. Sebelum menaiki kereta, aku dan adik Azka membeli boneka mainan Stitch dari mesin, dengan harga 100 Baht atau sekitar 55 ribu rupiah.

Selama di perjalanan kereta dari Sanam Chai, kami melihat-lihat pemandangan dan jalanan kota serta melihat karakteristik orang-orang Thailand. Tujuan papa memberi pengalaman kepada kami agar kami hafal rute jalanan maupun transportasi umum dan juga mengenali karakteristik di setiap negaranya. Dari Stasiun Sanam Chai, kami menggunakan rute Blue Way (jalur biru). Tujuan kami hingga Stasiun Bang Phai.

Sesampainya kami di Stasiun Bang Phai, kami bertiga mendapatkan tumpangan taksi gratis dari penduduk lokal yang tujuannya sama. Tujuan kami sama-sama ingin pergi ke The Biggest Buddha Temple yang berada di Wat Phaknam. Kami dipaksa untuk ikut masuk, dan di dalam taksi kami duduk di bangku belakang dengan 5 orang berdempetan.

Sesampainya kami di Wat Phaknam, kami bertiga menyewa perahu ekor panjang dengan harga 600 Baht, yaitu sekitar 300 ribuan rupiah. Kami bertiga menelusuri sungai yang ada di Wat Phaknam menuju tempat wisata ikonik di Wat Phaknam, yaitu The Biggest Buddha Temple.

The Biggest Buddha Temple adalah patung untuk menghormati Luang Pu Sodh dan keluarga kerajaan.

Jordy Alghifari Harris, Bangkok, Thailand, 30 Desember 2025.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==