Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan I bidang Akademik, Umdatul Hasanah, Wakil Dekan II Masykur Wahid, Ketua Prodi KPI Fakultas Dakwah Muhibuddin, serta Fahma Islami, selaku sekretaris Prodi KPI.

Sobirin mengatakan, selama dirinya menjadi dosen di UIN Banten, ia mempunyai program tersendiri, yaitu mendorong mahasiswa agar bisa menulis, kemudian menjadikan tulisan mereka sebuah buku. “Ini merupakan tahun kedua saya berhasil mengajak mahasiswa menulis dan menerbitkan buku. Pertama seri buku jurnalistik dakwah: Rajin Shalat, Puasa dan Baca Quran Tapi Allah Tidak Suka yang terbit pada 2021, selanjutnya ada Antologi Resensi Film-film Hebat yang terbit pada Januari 2022. Dan di penghujung tahun ini, Alhamdulillah bisa terbit dua buku lagi dari dua kelas,” kata Sobirin, usai acara di Kampus UIN SMH Banten, Kamis (29/12/2022).

Sobirin melanjutkan, dirianya sangat berterima kasih kepada seluruh dosen yang sudah mendukung acara ini dan para mahasiswa yang sudah kompak dan bekerja keras mewujudkan tulisan-tulisannya menjadi sebuah buku. “Saya berharap, semoga buku ini bukan menjadi karya terakhir teman-teman mahasiswa. Tapi nanti akan ada lagi karya-karya yang baru dari mahasiswa,” ujar penulis buku Antropologi Dakwah: Pemikiran Tokoh Dakwah (Dharma Pena, 2018) ini.

Umdatul Hasanah dalam sambutannya juga sangat mengapresiasi atas terbitnya dua buku tersebut. “Dalam ilmu filsafat kita sering mendengar ungkapan, bahwa jika kau berfikir maka kau ada. Dalam konteks sekarang ini, saya ingin mengatakan bahwa, jika kamu menulis, maka kamu ada. Artinya bahwa ketika kita rajin menulis, nama kita akan tetap ada dan dikenal banyak orang dari karya-karya yang sudah kita buat. Sekali lagi selamat kepada mahasiswa yang sudah produktif berbagi pengetahuan, produktif berbagi inspirasi kepada kita semua,” kata Umdatul Hasanah.

Di tempat yang sama, Masykur Wahid juga mengapresiasi atas lahirnya buku karya mahasiswa ini. Masykur mengatakan ke depan Kampus UIN Banten lewat Akademik Writing Center (AWC) bisa mensupport untuk percetakan buku. “Saya kira program Pak Sobirin dengan mendorong mahasiswa menulis dan menerbitkan buku ke depan bisa disupport oleh Akademik Writing Center. Dan tidak hanya cetak, nanti bisa juga dibuat dalam bentuk e-book agar bisa lebih luas dibaca banyak orang. Karena dua buku ini sangat inspiratif dan memotivasi. Bahwa menulis itu adalah aset masa depan, juga aset sebagai amal jariah kita di dunia dan akhirat,” terangnya.

Kaprodi KPI Muhibuddin juga mengapresiasi atas terbitnya buku ini dan mengaku sangat senang. “Sejatinya dua mahasiswa memang tidak bisa lepas dari belajar, membaca dan menulis. Seperti yang sudah dicontohkan oleh Syech Nawawi Al-Bantani. Atas lahirnya buku ini saya sangat mengapresiasinya. Semoga ini menjadi tradisi yang baik di lingkungan civitas akademik UIN SMH Banten,” ujar Muhibuddin.

Salah satu penulis buku “Di Bawah Langit yang Sama” Amelia Mardiana, mengaku senang bukunya bisa terbit. “Saya juga senang bisa berkontribusi dalam tulisan ini. Semoga saya dan teman-teman KPI ke depan bisa menulis buku yang lain tentang catatan perjalanannya,” ujar Amel. (*)


