Pelatihannya bisa apa saja; cerpen, fiksi mini, puisi, dan kisah inspiratif. Di SMPN 1 Baros Kabupaten Serang, anak-anak diajari menulis fiksi mini. Di SMPN 10, Kota Serang, saya mengenalkan fiksi mini juga. Di UPTD SDN 1 Jorong, Tanah Laut, Kalimantan Selatan, 6 September 224, menulis kisah inspiratif.



Di beberapa sekolah yang rata-rata Sd dam SMP, malah ke Podcast atau audio visual. Persoalannya sekarang, generasi lamanya yang jadi mentor atau fasilitator sudah berkarya belum? Cuma bergelut di omongan dan teori saja? Paling parah para pegiat literasi itu cuma jadi operator.

Kalau saya, selain beradaptasi juga mengenal betapa asiknya gen saya (baby boomers) karena mengenal zaman bergerak; mulai dari mesin uap, kertas, mesin cetak, mesin tik, hingga era iPhone atau Android sekarang. Dan tentu tidak lupa berkarya.



