Ketika di Sawahlunto, 9 September 2021, beberapa orang bertanya kepadaku, “Apakah betul Mas Gong pernah jadi atlet badminton?” Bagaimana bisa, dari seorang atlet jadi penulis kemudian sekarang Duta Baca Indonesia?

Ya, bisa. Setelah tangan kiriku diamputasi sesikut pada 1974 (kelas 4 SD), Bapak dan Emak menyuruhku badminton, membaca buku, dan mendengarkan dongeng sebelum tidur. Tiga kegiatan itu membuaku berdaya hingga kini.

Ya, dalam perjalanan hidupku, badminton membuatku lupa kalau aku berlengan satu. Selain tubuh dan jiwaku jadi sehat dan kuat, aku juga pernah juara kedua di Banten untuk tingkat SMA (juara pertama lengannya dua).

Untuk PON Penyandang Cacat, aku juaranya dari 1984-1988. Di tingkat Asia Pasific, aku menyabet 5 emas di Solo dan Jepang.

Sungguh kenangan yang indah bagi hidupku, pernah menyanyikan lagu Indonesia Raya diKobe, Jepang, dan mengerek bendera merah putih lebih tinggi dari bendera negara lain.

Tentang duniaku sebagai atlet badminton, aku tuangkan di buku GONG SMASH (Epigraf, 2021). Silakan pesan dan Kontak WA 089-9003-9003.
Gol A Gong – Duta Baca Indonesia 2021-2025


