
“Bagi saya membaca itu memiliki tiga tujuan penting. Pertama tentu buku ini umber ilmu. Kedua bagian dari healing – semacam terapi. Penyembuhan. Ketiga beradaptasi dengan zaman. Misalnya era disruptif ini. Kita tidak boleh alergi dengan era digital.”
Gerimis. Tapi Erick Thohir masih sempat membaca puisi “Buku adalah kamu” karya Gol A Gong.


