Acara dipindahkan ke auditorium. Relawan Rumah Dunia yang dikomandani Awang, Ipong dkk dengan sigap menyiapkan ruangan diskusi di dalam gedung. Semua pindah, bertahap, dan tertib. Diskusi diteruskan.
Erick Tohir tetap menekankan, bahwa literasi digital harus kita terima dengan lapang datang. Profesi penulis tetap dibutuhkan. “Kita hanya prelu beradaptasi saja, memindahkan medianya.”

Di akhir acara, saya menyerahkan 3 buku ke Erick Thohir. Buku Balada Si Roy, Gong Smash, dan buku puisi karya Toto ST Radik.
Gol A Gong

