“Nggak apa-apa,” Renata bangkit, memeluk Pretty.
“Segera dapet pacar, ya!” Pretty menunjuk ke bangku belakang.
Renata melihat Taufik sedang membungkus kado. Jantungnya seperti bunyi kereta api. Teman-temannya sudah keluar kelas. Tinggal mereka berdua. Jantungnya hendak copot ketika terdengar langkah kaki Taufik mendekatinya.
“Renata,” Taufik meletakkan kado di meja.
“Ya, ya…,” Renata bergetar.
“Aku minta tolong, ya. Berikan kado ini sama Prety. Besok dia ulang tahun.”
Jantung Renata betul-betul copot.
*) Gol A Gong/Foto-foto saat ulang tahun ke-22 Rumah Dunia.

Halaman: 1 2

