Aku dorong kursi rodanya ke tembok pembatas sungai Musi. “Aku dari Jakarta. Sudah sejam menunggu seseorang. Kencan buta. Kenal di medsos.”
“Kenal di medsos? Semudah itu?”
“Bukankah cinta itu mudah jika kita membuka diri? Dari mata turun ke hati.”
“Dari medsos turun ke hati!” Dia tertawa.
“Aku merasa dia adalah perempuan yang dikirim Tuhan untukku.”
“Dikirim Mark Zuckerberg!”
“Namaku ‘Nanda’, 30 tahun. Karyawan di TV swasta.”



Si kursi roda itu menjabat tanganku. “Aku sudah tahu sejak pertama kali melihatmu sejam lalu. Kamu pasti ‘Nanda’.”
“Kamu?” Sudah pasti aku terkejut.
“Aku ‘River Din’. Perempuan yang berjanji menemuimu di sini.”
Aku semakin terkejut ketika dia bangun dari kursi roda dan berjalan lebih dekat ke tembok pembatas sungai. Dia memotret semua yang ada di sungai. Kemudian menoleh kepadaku dan tersenyum mempertononkan barisan giginya yang memesona. •
Gol A Gong /Foto-foto saat Safari Literasi di Musi, Palembang, November 2022




