Saya lihat ke seberang jalan. Benar saja, ada pedagang fried chicken. Saya berlalu. Di perjalanan menuju rumah, ada dua hal yang tebersit di kepala saya. Pertama, kayaknya enak juga makan fried chicken saat hujan begini. Kedua, kenapa makanan itu disebut fried chicken, ya?

Saya haqul yaqin, Anda pasti sudah tak asing lagi dengan makanan yang satu itu. Pasti Anda sudah pernah atau malah sering memakannya, lengkap bersama saus tomat dalam kemasan. Anda bisa mendapatkannya di restoran atau bahkan di pinggir jalan dengan harga terjangkau. Dan, kembali ke pertanyaan saya, kenapa makanan itu—daging ayam yang dilumuri tepung lalu digoreng dan setelah diangkat tekstur tepungnya menjadi keriting dan renyah saat digigit—disebut fried chicken?

Saya tak tahu dari mana makanan itu berasal. Namun, tentu kita tahu bahwa fried chicken ialah frasa dalam bahasa Inggris yang berarti ayam goreng. Kenapa kita tak menyebut makanan itu dengan ayam goreng saja? Ayam goreng, kan, frase bahasa Indonesia.
Cobalah Anda tanyakan kepada teman atau orang-orang di sekitar Anda. Apa yang akan mereka sebut jika mereka disodorkan daging ayam yang digoreng tanpa tepung? Pasti mereka akan menjawab itu adalah ayam goreng. Tetapi cobalah Anda sodorkan daging ayam yang dilumuri tepung lalu digoreng. Mereka pasti akan menjawab itu adalah chicken (diucapkan ciken) atau fried chicken (diucapkan preciken). Padahal mereka sama-sama ayam goreng, toh!

Jika indikator penamaan, katakanlah, sebuah makanan (menjadi bahasa Inggris) ialah karena bertepung dan tak bertepung, maka mungkin akan ada pula makanan dengan nama fried tempe (diucapkan pretempe) untuk tempe goreng bertepung, fried tahu (diucapkan pretahu) untuk tahu goreng bertepung, fried mushroom (diucapkan premasrum) untuk jamur goreng bertepung, dan lainnya.

Dari kasus itu kita tahu bahwa secara sadar ataupun tidak, kita telah memberi sebuah nama atau identitas khusus untuk ayam goreng bertepung dengan nama fried chicken.

Setelah menulis ini, kok saya jadi lapar, ya? Pengin makan fried chicken.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==