Senin 25 Juli 2022, saya sedang mengawasi pembangunan ruangan baru untuk perpustakaan. Rudi datang dan mengingatkan tentang wawancara dengan podcast Gelas Kosong. Saya mengusulkan, “Sore saja.”

Akhirnya selepas salat ashar kami meluncur ke daerah Sumur Pecung. Rudi yang menyetir bilang “Gelas Kosong itu dikelola oleh karyawan TiKi.”
Saya kaget. Wah, kreatif juga!

Mobil membelok ke jalan kecil di samping gedung TiKi di Sumur Pecung, Kota Serang. Wah! Ternyata di halaman belakangnya ada areal yang luas. Gang tadi ibarat tutup botol.
Saya semakin kagum ketika kamar-kamar yang mirip kontrakan salah satu kamarnya dijadikan studio podcast. Kreatif dan inovatif! Sigit – GM TiKi Serang menemui saya. Kemudian Dewa – host Gelas Kosong mengenalkan diri. Saya paling bersemangat jika bertemu dengan orang-orang kreatif!

Rekaman berlangsung hangat selama 1 jam. Kami membicarakan apa saja seputar dunia literasi, industri kreatif, regulasi pemerintah di Banten, ada kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung kreativitas anak muda Banten. Dewa sebagai host asik juga, tidak mendominasi acara. Ada lho host yang justru tampil lebih dominan dan lebih ingin kelihatan pintar dari nara sumbernya.

Kita juga ngomongin Banten Internasional Stadion tapi, kok, lokasinya di desa. Mestinya orang-orang Banten setiap hari bisa melihat Banten Internasional Stadion di sela-sela aktivitasnya. Bisa swafoto dengan bebas dan asik. Orang-orang yang setiap hari menggunakan jasa jalan tol Merak-Jakarta juga bisa menikmati dari dalam mobil dan memotretnya. Lha, ini di desa!

Terutama event venue atau tempat untuk kegiatan seperti pameran industri kreatif yang kalau panas tidak kepanasan, kalau hujan tidak “misbar” alias gerimis bubar.
Venue, venue, venue!
Sudah, begitu saja laporannya. Tungguin saja hasil editingnya, ya. Tonton nanti, podcast Gol A Gong di Gelas Kosong. Pasti heboh!


