Gerakan Indonesia Membaca Bersama Duta Baca Indonesia di Banjarbaru

Kamis, 5 September 2024 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Banjarbaru melaksanakan kegiatan Gerakan Indonesia Membaca: Bincang-bincang bersama Duta Baca Indonesia di Banjarbaru. Acara tersebut dihadiri oleh 200 peserta di Aula Gawi Sabarataan Pemerintah Kota Banjarbaru, dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube PAPPBB Perpusnas RI.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan menumbuhkan kesadaran literasi masyarakat di Banjarbaru. Hal tersebut disampaikan Muhammad Nahwani, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan Banjarbaru saat menyampaikan laporan kegiatan.

Dengan berlangsungnya acara ini, diharapkan dapat mampu memacu semangat literasi di Kota Banjarbaru dan menjadikan buku sebagai salah satu media penting untuk pemberdayaan masyarakat ditengah era digitalisasi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota Banjarbaru, Sri Lailana yang mewakili Wali Kota Banjarbaru, M. Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, bahwa budaya literasi akan mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan inovatif dan kreatif.

Ia juga mengungkapkan Pemerintah Kota Banjarbaru mendukung penuh kegiatan yang memiliki potensi meningkatkan semangat membaca dan berliterasi masyarakat di Banjarbaru.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas RI, Abdullah Sanneng mengatakan, dengan adanya acara ini dapat menjadi pemantik semangat masyarakat Banjarbaru untuk lebih mencintai buku dan menjadikan membaca sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru terus berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan literasi di Banjarbaru juga.

Gerakan Indonesia Membaca di Kota Banjarbaru juga menghadirkan narasumber dari Akademi Jurnalistik Banjarbaru, Muhammad Rendy Tisna Amijaya, Pegiat Literasi Kota Banjarbaru, Nurul Asmayani, Duta Baca Kota Banjarbaru, Hudan Nur dan dimoderatori oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.

Nurul Asmayani mengaku tidak masalah jika generasi muda memanfaatkan media sosial. Menurutnya mereka hanya perlu mengimbangi dengan membaca buku-buku yang sehingga rasa ingin tahu, berpikir dan nalar kritis mereka tetap tajam.

Sementara itu, jurnalis Rendi Tisna mengatakan, setiap daerah memiliki kekhasan dan potensi daerah yang menarik, mulai dari kekayaan sumber daya alam, kuliner, budaya, atau apa saja. Menurutnya potensi daerah di Kota Banjarbaru ini bisa dikupas tuntas melalui tulisan. Apalagi jika ditunjang hasil riset yang mampu menguatkan tulisan.

Sedangkan Hudan Nur memimpikan 1000 buku Banjarbaru. Ia berharap ada banyak penulis yang bermunculan di Banjarbaru. Hudan menjelaskan bersama rekan-rekannya, ia aktif membuat komunitas litersi dan mengadakan pelatihan menulis. Salah satunya adalah Akademi Jurnalistik Banjarbaru.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==