Heriyanto, Kepala Prodi S1 Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro dalam sambutannya berharap para mahasiswa dapat belajar banyak dari Gol A Gong. Terutama dalam hal literasi, meningkatkan minat baca dan menulis. Sebab sosok Gol A Gong dianggapnya sebagai individu yang komplit dan kompeten dalan dua tersebut.


“Saya pikir beliau adalah orang yang tepat karena selain Duta Baca, Gol A Gong juga adalah seorang penulis. Kita tahu semua bahwa membaca dan menulis satu kesatuan yang saling terkait. Jadi pengalaman beliau sangat berharga untuk kita dengarkan,” jelas Hariyanto.


Dalam paparannya Gol A Gong menyampaikan pentingnya menciptakan lingkungan yang literat dalam keluarga. Mendekatkan buku dan sumber informasi pada anak serta keluarga menjadikan keluarga kita memiliki banyak wawasan dan bisa bersikap logis. Hal itu dirasakan manfaatnya sangat besar oleh Gol A Gong.

“Ketika saya membuat perpustakaan masyarakat Rumah Dunia, itu saya maksudkan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat literasinya. Alhamdulillah anak-anak saya mendapatkan berkahnya. Anak pertama saya mendapat beasiswa di Cina, anak kedua beasiswa di Abu Dhabi, anak ketiga kuliah film di Yogyakarta, dan si bungsu Sastra Korea di Bandung. Mereka tidak terlibat narkoba dan hal negatif lainnya,” jelas Gol A Gong.


Selain itu Gol A Gong juga mengingatkan para calon pustakawan untuk kreatif dan inovatif dalan membuat kegiatan literasi di perpustakaan. Pustakawan juga harus gaul dengan perayaan-perayaan hari literasi; Hari Buku Sedunia (23 April), Hari Kunjung Perpustakaan (17 September), Hari Literasi Internasional (8 September), Hari Perputakaan Nasional (17 Mei) dan perayaan-perayaan lainnya yang terkait dengan dunia literasi.

“Kegiatannya bermacam-macam, peluncuran buku, bedah buku, ada bazar buku, donasi buku, pelatih menulis dan lainnya. Itu penting dilakukan agar ekosistem literasi kita bagus,” ungkap Gol A Gong.


Acara tersebut dimoderatori oleh Nur’aini Perdani, Dosen Ilmu Perpustakaan Universitas Diponegoro. Seperti kebiasaan di acara-acaranya Gol A Gong membagi-bagikan buku kepada para peserta yang aktif bertanya.
Rudi Rustiadi




