Di Banten, permasalahan pendidikan tidak hanya terbatas dengan fasilitas sekolah yang belum memadai. Banyak anak yang putus sekolah/mengundurkan diri karena faktor ekonomi dan bullying. Peran pemerintah dan stakeholder sangat penting dalam menangani kasus tersebut, perlu adanya tindakan yang serius agar pendidikan di Banten menjadi sejahtera dan merata.

Berdasarkan data yang dikutip dari situs kemendikbud.go.id, pada tahun 2023 terdapat 25.274 anak putus sekolah SD maupun SMP di Provinsi Banten. Komposisi jumlah putus sekolah dari tingkat SD hingga SMA/SMK nyaris seimbang, paling banyak di tingkat SD dengan jumlah 12.778 murid, diikuti SMP 12.486 siswa. Hal ini sangat mengkhawatirkan, karena bisa berdampak pada krisis moral dan dekadensi akhlak.

Hemat penulis, pemerintah harus berupaya menciptakan program yang kreatif dan membangun, tidak hanya melalui penyaluran dana BOS, namun berpartisipasi langsung melihat keadaan setiap sekolah, lalu menanyakan langsung keluhan-keluhan yang dirasakan oleh pelajar yang ada di sekolah tersebut.


