Apakah kamu merayakan hari kelahiranmu seperti umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad? Di saat 17 tahun, saya merayakannya dengan teman-teman terdekat sebagai rasa syukur. Setelah saya punya keluarga dan pekerjaan, saya sekeluarga merayakanya dengan bersedekah. Atau mengajak relawan Rumah Dunia makan-makan di Rendezvous Cafe Rumah Dunia. Ini bentuk dari literasi keluarga.

Maulid Nabi Muhammad adalah sebagai rasa cinta umat Islam kepada nabinya. Setiap tahun merayakannya. Tidak peduli dia miskin atau kaya. Saya pernah kedatangan tamu dari kampung di sekitar tempat tinggal saya. Dia meminjam uang Rp. 100 ribu untuk dipakai Maulid Nabi Muhammad.

Banyak hikmah yang bisa kita dapatkan dan Maulid Nabi Muhammad. Saya memaknainya sebagai pembelajaran hidup. Refleksi dari Maulid Nabi Muhammad adalah kesederhanaan, berbagi itu indah, rasa cinta terhadap sesama, dan selalu bersyukur.
Gol A Gong



