Sebuah ritual atau ibadah yang biasa disebut Jalan Salib. Pembacaan ulang kisah pengorbanan Yesus sebelum akhirnya disalib dibukit Golgota. Ada 14 pemberhentian sebelum akhirnya beliau sampai di bukit Golgota.


Ibadah untuk mengenang kesengsaraan Yesus ini bisa diadakan di dalam rumah Ibadah saja namun juga bisa dalam bentuk dramatisasi di ruang terbuka.


Pada hari Jumat, 1 Maret 2024 bertempat di Kapela Tuan Meninu, yang berada di pinggir pantai, anak-anak SMAK ASISI yang didampingi para Ayah dan Bunda guru menggelar Dramatisasi Jalan Salib Hidup di hadapan umat di sekitaran daerah tersebut .


Para pemain yang memainkan dramatisasi tersebut cukup serius dan menghayati peran yang mereka perankan, seperti bagaimana para prajurit yang bertugas begitu sungguh -sungguh untuk menyiksa Yesus. Warga yang menyaksikan ikut larut dalam kesedihan menyaksikan dramatisasi ini .

Bunda Asrty Kia bahkan menyampaikan, “Untuk peran Yesus sendiri, pemerannya diminta untuk tidak makan sebelum melakukan dramatisasi tersebut agar lebih menghayati perannya.”

Begitu pula totalitas dari para pemusik yang menambah suasana jadi begitu haru. Jalan Salib sesungguhnya adalah sebuah refleksi bagi umat akan dosa dan salah yang mesti ditanggung oleh Yesus.

Setelah pementasan ini, maukah umat sadar akan hal itu dan kembali ke jalan yang benar. Suasana tepi pantai membawa kita pada perenungan akan makna hidup sesungguhnya.



