Juned diberi amanah oleh Lurah Sukamaju, Hj. Badriah sebagai staf desa sejak 2017 hingga kini. “Tapi di lapangan saya menjadi operator Siks-NG, tugasnya ngurus-ngurus warga kurang mampu. Di kantor, saya mengurusi keperluan persyaratan pembuatan KTM (Kartu Tidak Mampu), BPJS, Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan lain-lain,” kata Juned, Kamis (28/7/2022).

Juned mencatat, sedikitnya ada 200 lebih Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang mengurus-ngurus surat untuk keperluan BPNT. Sementara untuk BPNT Juned memegang wilayah Desa Sukamaju, Ciagel dan Ketos, sekitar 200 lebih KPM dalam rentang waktu 2019-2021. Namun, sekarang progman BPNT sudah vakum.

“BPNT merupakan program dari Menteri Sosial Ibu Risma dulu. Sekarang sudah enggak ada. Alhamdulillah semua sudah dapat, termasuk bantuannya,” jelas suami dari Komalasari (42) ini.

Untuk saat ini diakui Juned, di kelurahan banyak masyarakat yang mengurus pengajuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS. Ini berlaku bagi masyarkat kurang mampu. Nantinya, jika lolos, iuran per bulan BPJS akan ditanggung pemerintah.

“Untuk pengajuan PBI BPJS persyatannya kan harus ada surat pengantar dari desa, kecamatan, lalu ke Dinsos. Jadi warga ga perlu bayar BPJS lagi. Persyartan untuk mengajukan ini, pertama Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), format pengajuan PBI, kartu keluarga, fotocopy KTP dan pastinya harus masuk kriteria tidak mampu atau orang miskin,” jelas Juned.

Untuk kriteria orang miskin dikatakan Juned dilihat berdasarkan kondisi rumah tak berlantai, rumah dengan bilik, rumah dengan tembok rapuh serta belum memiliki jamban.

“Data sementara ini di Desa Sukamaju ada ratusan orang yang mengajukan PBI BPJS. Baru separuh yang lolos. Mungkin yang lain terkendala belum masuk kriteria tidak mampu. Ini yang menentukan Kemensos. Kalau kita sih pengennya semua dapat,” jelas ayah dua anak ini.
Menurut Juned, di Sukamaju sedikitnya ada 400 warga kurang mampu yang tercatat pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari total penduduk 7026 jiwa.

“Desa Sukamaju itu terdiri dari 12 kampung dan 3 RW. Pertama Kampung Kuta, Kepondoan, Warung Selikur, Karengan, Laes Nambo, Laes Ulon, Laes Etan, Laes Kepaksan, Laes Tegal, Laes Tegal Lor, dan Laes Radau,” pungkasnya. *


