Kapal Geomarin 3, Kapal Kebanggaan Karya Anak Bangsa

Lapangan dermaga sesak bak  bumi manusia yang mengantri padat merayap menunggu giliran masuk. Disamping kanan terdapat stan yang menjajakan dagangan baik barang jadi maupun makanan.   Sengat mentari tak lagi dihiraukan. Peluh keringat membasahi tubuh. Nasi sudah menjadi bubur, maju salah mundurpun enggan.

Di tengah kepanikan akibat dahsyatnya orang berkumpul ditambah panasnya terik matahari yang meninggi, akhirnya kami berjalan lunglai tak tentu arah mengikuti kemana kaki melangkah.

Menelusuri jalan setapak tibalah kami di pinggir dermaga jauh dari hiruk-pikuk kerumunan manusia yang membludak. Terlihat dari kejauhan sekeliling dermaga beberapa kapal yang sedang beraktivitas.  Rupanya kapal Cargo yang sibuk memindahkan barang, dari geladak kapal ke tempat tujuan.  Ada pula kapal yang menyebrang dari tepi ke tepi.

Tak jauh dari tempat duduk kami, terogok sosok kapal yang tertera bernama Geomarin 3 Jakarta. Dari dalam kapal terlihat ada petugas jaga yang sedang duduk seakan menangkap kegelisahan kami. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak begitu pepatah lama mengatakan. Tiba-tiba petugas itu  tersenyum melambaikan tangan seraya berkata, “Ayo, masuk!”

Pucuk dicinta ulampun tiba, tepatnya itu yang tergambar dalam benak kami. Dewa Ruci tak bisa Geomarin pun tak apa.  Dengan girang kami beranjak menuju tangga yang tersedia di sisi kiri kapal. Dengan perasaan bungah karena merasa senang dan rasa gugup karena baru merasakan  menginjakkan kaki di tangga kapal, terselinap rasa takut di benak namun rasa penasaran memaksaku melangkah menapaki tangga demi tangga hingga sampailah ke tepi kapal. Terhampar birunya laut lepas sekilas mata memandang.

Dari dalam kapal muncullah sesosok tinggi tegap menjambangi kami seolah menyapa sekaligus memandu kami menyusuri bagian dalam kapal. Sesosok gagah yang baik hati bernama kapten Rahmat, kuketahui dari name tag yang tertera di baju yang dikenakannya.

Kapten Rahmat dengan sigap berbagi info tentang asal mula kapal Geomarin.  Kami menyisiri geladak kapal. Ruangan pertama yang kami singgahi  adalah anjungan kapal, tempat kemudi kapal. Bagian ini yang menentukan laju arah kapal sehingga petugas di ruangan ini membutuhkan konsentrasi penuh. Oleh karenanya agar kondusif jam kerjanya dibagi menjadi 3 ship, tiap giliran  dapat jatah 4 jam.  Selain pusat kontrol di ruang anjungan juga dipakai untuk sholat berjamaah karena paling luas di antara yang lain.

Kami pun menyinggahi ruang  pertemuan atau rapat, tempat tidur, tempat perawatan bagi awak kapal yang sakit dan ruang dapur. Ruangannya didesain sedemikian rupa model minimalis namun tetap elegan. Ternyata anggota kapal juga ada perempuan yang diperbantukan mengatur pola makan selama mengarungi samudera. Menu yang tersedia selama berlayar variatif, kadang diselingi bakso dan empek-empek. Di kapal menggunakan kompor listrik digital karena sangat membahayakan jika memakai kompor manual.

Selama perjalanan kapal ini tercatat pernah singgah ke 3 negara.  Dari percakapan yang kukutip Geomarin di bawah naungan Kementerian Sumber Daya Mineral (ESDM). Merupakan type kapal riset atau penelitian, yang dioperasikan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan (PPPGL) guna  mengemban amanah  meninjau dan menggambarkan geologi kelautan. Geomarin mendeteksi kekayaan yang berada di dasar laut seperti migas, emas, perak, Tembaga dan jenis lainnya juga berguna menyisir bangkai kapal sisa kecelakaan di laut.  

Geomarin merupakan hasil cipta karsa  anak bangsa dibuat di galangan PT PAL Surabaya.  Bersumber dari dana hasil keringat rakyat yang khusus didedikasikan untuk kepentingan pribumi, tidak disewakan kepada orang asing seloroh pak Menteri  di suatu waktu.

Kapal riset Geomarin III memiliki panjang 61,70 meter dengan Groos Register Tonnage 1300 GT. Berdaya mesin 2 x 1000 HP dengan menghabiskan bahan bakar 4,8-9,3 ton/hari atau 6040-11600 liter. Geomarin III berkecepatan maksimum 13,5 knot, kecepatan jelajah 12,5 knot, kecepatan survey 4,0 knot dan masa layar berdurasi sebulan. 

Kapal ini berkapasitas 50 0rang yakni terdiri dari awak kapal, ilmuwan, teknisi dan tenaga medis. Kapal Peneliti Geomarin III juga dilengkapi  teknologi canggih yang harganya menjulang tinggi,  terdiri dari Peralatan Hidrografi yaitu Deep Sea Echosounder 15/200kHz, Sub Bottom Profiler 3.5 kHz, Gyrocompass dan Side Scan Sonar. Peralatan navigasi berupa Differential Global Positioning System (GPS) dan software pelayaran.

Geomarin dilengkapi ruang Laboratorium berupa Stereo Microscope, Peralatan Pembelah Contoh Sedimen dan Crusher. Peralatan Selam berupa Kompresor Udara dan Diving Gear.Selain itu juga di peralatan Geologi dan Geofisika berupa Kompresor Seismik dengan Kapasitas total 370 CFM, Airgun Seismik dengan Kapasitas 4 x 150 cu in, Seismik Digital Multichannel hingga 120 Channel, Sistem Pemrosesan Data Seismik Onborad, Magnetometer dan Pengambil Contoh Sedimen: Dredger dan Gravity/Piston Corer berikut Winch untuk kedalaman 6.000 m.

Perjalanan ini memberiku pelajaran yang berharga. Bermula dari ketidaksengajaan kini berbuah rasa kekaguman dan kebanggaan. Geomarin merupakan salah satu produk kreasi anak bangsa. Kehadirannya sebagai pemantik semangat berinovasi. Kemegahannya membawaku terbang membawa  asa sejuta mimpi.  Geomarin bukti kesetaraan Intelektual agar tidak ada lagi pandangan nyinyir dimata dunia.  Geomarin fakta kecintaan dan loyalitas terhadap bangsa. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

2 Komentar

  1. Muantap Bu Yanti.. dobel jempol deh 🤩

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==