Karawo: Tradisi Sulam Tersulit di Dunia Khas Gorontalo

Ketajaman mata dan kesabaran ekstra sangat dibutuhkan. Jika salah iris, harus mengulang dengan kain yang baru. Proses pengirisan dan pencabutan benang juga tidak bisa sembarangan. Harus disesuaikan dengan jenis serat kain, ketebalan, dan kerapatan kain.

“Tidak semua kain dapat dibuat karawo. Hanya kain yang berserat vertikal dan horizontal saja yang bisa dibuat karawo,” jelas Taufik.

Setelah membuat media sulam dengan cara mengiris dan mencabut benang. Pengrajin baru bisa menyulam kain sesuai dengan pola yang sudah ditentukan. Semakin rumit pola yang dibuat, semakin lama proses pengerjaannya, dan semakin mahal harganya.

Setelah selesai menyulam, selanjutnya tahap finishing. Pengrajin melilitkan jalur-jalur benang dengan satu kali lilitan untuk memperkuat sulaman sehingga hasil akhirnya menjadi rapi, kokoh dan tidak mudah putus.

Menurut Taufik, untuk menyelesaikan satu kain karawo, biasanya dikerjakan oleh tiga orang. Orang pertama membuat pola dengan menggambar di atas kertas grafik. Orang kedua mengiris atau mengurai benang pada kain sesuai pola yang diinginkan. Orang ketiga menyulam kain dengan benang yang sudah diurai.

“Nanti kalian akan tau sendiri prosesnya ketika praktik setelah ini,” kata pelaku UMKM Karawo itu.

Untuk harga karawo sendiri, dibandrol kisaran Rp500.000 sampai jutaan rupiah. Tergantung jenis kain, dan tingkat kerumitan pembuatan sulam. Namun, ada juga karawo yang dibandrol mulai dari Rp150.000. Tergantung kain yang digunakan.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==