Kenangan yang Tak Ingin Luntur

Oleh: Naufal Nabilludin

Duduk bersama, membakar sosis, mendengar cerita terbaru teman kampus, dan bernostalgia tentang masa lalu—mungkin momen seperti ini akan sulit kita lakukan setelah lulus nanti. Setiap kita akan sibuk dengan pekerjaan dan karir masing-masing. Ah, rasanya malas sekali membayangkan itu.

Terkadang, saat malam sunyi, pikiranku kembali ke awal-awal kuliah. Rasanya seperti baru kemarin kita bersama-sama mengambil almamater merah di gedung kampus, penuh semangat dan sedikit canggung. Setelahnya, kita makan bakso dekat lampu merah Palima, berbagi cerita, tertawa bersama, membayangkan bagaimana rasanya jadi mahasiswa. Waktu berlalu begitu cepat.

Dulu, kita sibuk mengenal banyak teman baru, mencoba berbagai hal, dan terkadang melakukan hal-hal konyol yang sekarang kita tertawakan.

Masa lalu memang seperti jarak yang paling jauh—tidak bisa kembali. Hanya bisa dikenang. Aku ingin memastikan bahwa setiap momen yang kita jalani selama kuliah benar-benar kita nikmati.

Tahun ini, jika tidak ada halangan, kami akan lulus. Akan diwisuda, berdiri dengan bangga di hadapan keluarga, lalu menghadapi realita hidup yang tak selalu manis. Ada kebahagiaan, kesedihan, dan ketakutan.

Tapi begitulah hidup—people come and go. Orang datang dan pergi, membawa cerita dan kenangan.

Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah refleksi—memastikan bahwa aku tidak menyia-nyiakan waktu, bahwa tidak ada penyesalan, dan bahwa pertemanan ini tetap terjaga.

Semoga, meski hidup membawa kita ke arah yang berbeda, kita masih bisa duduk bersama seperti ini. Entah kapan, entah di mana, tapi dengan tawa yang sama.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==