Di halaman dua payung malam
tahun baru
hujan deras
Bunderan HI kembang api
merayakan pesta penuh makna
di ketinggian
5 lelaki dalam foto
menunggu fajar di gunung Kerinci
Di halaman tiga
120 polisi bergembira di laut Tulehu
prosesi kenaikan pangkat
harapan pun ke langit
berdampingan iklan BRI
pinjaman uang modal dagang
Kubuka lagi halaman empat
tantangan mengikis demokrasi elitis
tak ada yang mau berdiri
kursi empuk TV menyala
kamera blitz bercahaya
menyilaukan warna kuning,
merah, biru, dan hijau
sementara itu di bagian bawah
Presiden berjaket merah
berfoto bersama warga Yogyakarta
Aku tertegun di halaman lima
iklan rokok merampas
bergerak bersama
wujudkan harapan
mari jaga harmoni negeri
Selamat tahun baru 2020
(Hati-hati kanker mengancam)
Halaman enam dan tujuh
kubaca kegelisahanmu
tentang perbankan
kearifan ekologi dan kebudayaan
optimisme di tengah tekanan
Beberapa film horor mewarnai
halaman 8 jadi aneh
ada hantu si manis jembatan Ancol
Kedutaan AS terancam
Sementara Australia dipanggang
api di halaman sembilan
Indonesia tolak klaim China
tentang zona ekslusif laut Natuna
Halaman sepuluh angka sempurna
tetapi intoleransi di sekolah
masih terjadi
penyebabnya guru tidak paham
relasi antara berbangsa
bernegara beragama

Sarapanku telah habis
di halaman sebelas tersisa
ribuan gardu dipadamkan
air menenggelamkan banyak kota
“Reformasi birokrasi 2020,”
tulis Azyumardi Azra
Kuteguk teh manis panas
berusaha mengusir dingin
yang terasa sengsara di pembuka tahun
kulihat kamu dan ribuan lain
menuntun motor kreditan
air selutut di jalan-jalan raya
Kompas menutup halaman dua belas
dengan fotomu di Penjernihan II
Bendungan Hilir, Jakarta
membagikan bantuan makan
Tuntas sudah sarapanku
walaupun tidak senikmat di bulan Desember
*) Puisi ngawur ini adalah kompilasi dari berita Kompas halaman 1 hingga 12, edisi Kamis 2 Januari 2020


