Presiden Rumah Dunia, Abdul Salam mengatakan bahwa komunitas Rumah Dunia merasa terbantu dengan adanya program bantuan pemerintah dari Badan Bahasa ini.
“Dari bantuan senilai 50 Juta, komunitas Rumah Dunia menyelenggarakan 3 kegiatan, yaitu Workshop Menulis Esai untuk pegiat literasi, Workshop Menulis Cerpen untuk Pemuda, dan Workshop Mendongeng untuk ibu-ibu dan guru TK,” jelas Salam.


Abdul Salam menjelaskan bahwa dari kegiatan yang diselenggarakan Rumah Dunia, manfaat yang diperoleh peserta sangat luar biasa dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas literasi.
“Dari acara itu, semua peserta berhasil membuat output dari hasil workshop, berupa esai tentang kegiatan pegiat literasi, cerpen tentang lokalitas Kota Serang, dan video mendongeng,” ujarnya.

Ketika ditanya soal hambatan penyelenggaraan kegiatan ini, Abdul Salam menjelaskan hanya soal pelaporan yang sedikit ribet, selebihnya berjalan dengan baik.
“Karena ini urusannya dengan keuangan negara, jadi secara pelaporan sedikit lebih kompleks. Saya melihat banyak teman-teman komunitas yang lain masih kebingungan bahkan ada yang mengundurkan diri karena merasa tidak sanggup soal pelaporan ini,” jelas Salam.
Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin mengapresiasi kegiatan yang sudah dilakukan oleh Rumah Dunia untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat.


“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, bantuan pemerintah yang diberikan Badan Bahasa betul-betul telah memberikan manfaat. Dan semoga ini akan menjadi motivasi kami, agar bantuan pemerintah nantinya dapat terus menerus kita lanjutan dan memberikan motivasi semangat buat taman bacaan masyarakat, termasuk Rumah Dunia,” ujarnya.
Hafidz Muksin juga berbincang dan meminta testimoni dari Amaliah, ibu rumah tangga dan salah satu peserta yang ikut dalam kegiatan Workshop Mendongeng Rumah Dunia.

“Tadi Ibu Amaliah misalnya, menyampaikan bahwa dengan pengetahuan yang dia peroleh dengan mendongeng, akhirnya anak mendengarkan saat dia menceritakan. Yang kedua anak juga bisa meningkatkan minat bacanya, sehingga di tempat tidur, dia bisa liat-liat buku, baca, itu saya kira sudah menumbuhkan minat anak. Dan secara tidak sadar, anak itu tergugah setelah ibunya mendongengkan yang bersumber dari buku bacaan tersebut,” jelas Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa itu.



