Sekarang Jum’at 28 Maret 2023, menuju lebaran tinggal 3 hari lagi. Semua pasti sibuk menyiapkannya. Ibu dan kakak perempuan mengurusi dapur; memasak ketupan, menata kue-kue di meja makan, dan tenetu opor ayam atau semur daging. Semnetara ayah dan aku membeli pakaian baru – tentu yang kami mampu. Bapak dan Enak hanya guru, jadi pakaiannya yang sederhana saja.
Kami salat Ied di alun-alun kota Serang, sekitar 1970-76, di usiaku yang masih di sekolah dasar. Setelah itu kami mengunjungi tetangga untuk saling meminta maaf dan mencicipi kue lebaran. Setelah salat dzuhur, kami anak komplek bergerombol menuju Royal atau Pasar Lama; kami jajan sesuka hati. Bahkan nonton film edisi lebaran.

Hal yang paling aku ingat saat lebaran di masa kecil itu adalah rasa kekeluargaannya. Kami tinggal di Komplek Guru, di selatan alun-alun Kota Serang, persisnya di Jalan Yusuf Martadilaga. Sejak malam takbiran, kami sudah saling berbagi kue lebaran. Para ayah kami berkumpul di mushola komplek untuk takbiran. Kami anak-anaknya sesuka hati pawai obor, ain petasan, dan kembang api.
Gol A Gong



