Makan Richeese yang Berujung Nostalgia Bersama Sahabat Lama

Oleh Hily – Peserta Kelas Menulis Rumah Dunia angkatan 42

Dering pesan di handphone membuat lamunanku buyar. Dengan malas aku melirik notifikasi yang tertera di layar.

“Makan Richeese, yuk.” Begitulah pesan yang kubaca dari layar. Aku langsung membalas pesan dari Intan—temanku yang mengirim ajakan itu. Setelah sama-sama mencari waktu luang, akhirnya kami menemukan hari yang cocok: Selasa, 11 November.

Tibalah hari yang ditunggu. Aku dan Intan berangkat menuju Richeese yang terletak di Jalan Raya Cilegon No.25, Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang. Lokasinya cukup strategis, hanya sekitar 2,3 kilometer dari pusat kota dan tidak jauh dari perempatan Kebon Jahe.

Kami berangkat menggunakan motor; jarak dari rumahku ke sana hanya sekitar 13 menit. Jika naik mobil, perjalanan memakan waktu sekitar 18 menit. Bisa juga menggunakan angkot karena banyak yang berhenti di sekitar Kebon Jahe. Dari sana, tinggal berjalan kaki sebentar karena tempatnya sudah sangat dekat.

Ada beberapa cara untuk memesan makanan di Richeese. Kita bisa memesan langsung di kasir atau melalui mesin EDC. Kedua cara ini hanya bisa dilakukan di gerai. Jika memesan di kasir, kita akan bertatap muka langsung dengan pegawai yang biasanya menawarkan menu promo. Sedangkan melalui mesin EDC, prosesnya cukup mudah—pilih makanan, kemudian bayar menggunakan kartu debit atau kredit, masukkan PIN, dan tunggu struk keluar.

Aku dan Intan memilih memesan langsung di kasir.
“Mas, ada ayam satu ekor?” Tanyaku.
“Sebentar ya, dilihat dulu,” jawabnya ramah. Tak lama kemudian, pegawai itu kembali setelah memeriksa persediaan.
“Ada, Kak.”
Ia pun menawarkan menu Combo Mabar Flying Chicken yang sedang promo—dari harga Rp177.273 menjadi Rp140.909, belum termasuk pajak.

Akhirnya kami memesan menu tersebut. Dalam paket Combo Mabar Flying Chicken, kami mendapat satu ekor ayam, empat nasi, dua Honey Pomelo 12 oz, dan dua Pink Lava 12 oz dengan harga Rp155.000 sudah termasuk pajak. Setelah membayar, kami dipersilakan memilih tempat duduk sambil menunggu pesanan matang.

Tempat duduknya cukup banyak, ada area outdoor dan indoor. Karena cuaca di luar sedang panas, kami memilih duduk di dalam ruangan. Sambil menunggu, kami berbincang santai. Rasanya menyenangkan sekali bisa bertemu lagi setelah lama tidak berjumpa sejak lulus SMA—kami sama-sama sibuk dengan perkuliahan masing-masing.

Sambil mengobrol, mataku berkeliling memperhatikan ruangan. Richeese menyediakan musholla yang cukup nyaman, jadi tak perlu khawatir jika belum sempat sholat. Tak lama kemudian, pesanan kami datang. Kami langsung menyantapnya karena sudah sangat lapar.

Gigitan pertama benar-benar memanjakan lidah. Ayamnya garing di luar namun juicy di dalam. Apalagi ketika dicocol dengan saus keju khas Richeese—rasanya jadi perpaduan yang sempurna. Ditambah Pink Lava dan Honey Pomelo yang segar, makan siang kami terasa lengkap.

Tak terasa hari mulai beranjak sore. Setelah kenyang, kami memutuskan untuk pulang. Saat keluar dari Richeese, udara sore yang lembut membelai wajahku. Entah kenapa, angin itu seolah membawaku pada kenangan masa sekolah—ketika aku dan Intan sering berjalan pulang bersama di sore hari. Aku tersenyum kecil, menyadari betapa cepat waktu berlalu. Rasanya baru kemarin kami tertawa bersama di sekolah, kini untuk bertemu saja terasa begitu sulit karena kesibukan masing-masing.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==