Mang Ikhsan: Ayah Saya Meninggal Umur 130 Tahun dan Memiliki 99 Istri

Saya memulai dengan bertanya-tanya pada guru STM – sekarang SMKN di Pulau Rote. Jefry Dun. Saya berada di pulau Rote jadi nara sumber Gerakan Literasi Sekolah bersama Media Pendidikan Cakrawala, 24 Mei hingga 7 Juni 2022. Dari Jefry Dun, saya mendapat gambaran bagaimana membuat galian pondasi yang harus ditaburi oli, pasir, kerikil dan dilapisi plastik. Akhirnya saya beranikan diri jadi mandor.

Saya mulai membangun perpustakaan ini sekitar tanggal 8 Juni 2022. Tukangnya Mang Ikhsan dan keneknya Fadli. Mereka otodidak, saya juga otodidak. Tapi saya tidak akan menceritakan detail pembangunan rumah. Saya justeru tertarik dengan riwayat hidup Mang Ikhsan bin Sabi.

“Bapak saya asli Sayabulu, Serang. Meninggal umur 130 tahun. Istrinya ada 99 orang,” Mang Ikhsan mengawali ceritanya. Buset, istrinya banyak sekali. Saya punya istri satu saja nggak habis-habis. Saya tertawa.

Mang khsan hanya sekolah sampai kelas 1 SD saja. “Waktu itu sekolah saya di Petir. Jalan kaki. Jauh. Pas hujan, banjir. Susah mau ke sekolah. Akhirnya keluar,” Mang Ikhsan yang lahir tahun 1965 di Tegal Duren, Cipocok, Kota Serang, bercerita sambil memasang besi cakar ayam

Umur 17 tahun ke Jakarta di Jembatan Lima, Pasar Pagi. “Saya jadi kuli panggul. Berkelahi terus. Sama preman. Saya bawa pisai di balik baju. Kalau nggak mau mati, ya, harus membunuh dulu. Tapi untung tidak sampai bunuh-bunuhan.”

Mang Ikhsan bercerita agak seram. Saat di Tangerang, tahun 1970-an. Terjadi perkelahian antar kuli dengan preman. Ada yang meninggal. “Saya pulang. Saya dicari. Sampai ditodong pistol ke kepala. Alhamdulillah, saya tidak terlibat,” kenangnya.

Mang Ikhsan pernah melamar ke Krakatau Steel. Tes kesehatan lolos. “Tapi saya tidak punya ijazah. Saya cuma sekolah sampai kelas 1 SD,” Mang Ikhsan tertawa. “Tapi saya bisa membaca.”

Di kampung Ciloang dimana saya dan para relawan Rumah Dunia berkegiatan, memang unik. Banyak orangtua yang bisa membaca Al Qur’an, tapi membaca huruf latin tidak bisa.

Sejak tahun 2000 Mang Ikhsan mmilih tinggal di kampung Ciloang. “Saya ikut Mang Maryani jadi kenek, membangun Rumah Dunia. Sekarang saya sudah berani bikin rumah sendiri, nyari keneknya sendiri,” Mang Ikhsan tersenyum senang.

Gol A Gong

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==