“Dalam konteks ini, harga tidak lagi penting. Tetapi, membangun percaya diri si penjual itu yang sangat penting. Siapa tahu, dengan saya membeli rasa percaya dirinya untuk berjualan semakin kuat,” kata saya.
Di lain kesempatan, suatu hari saya datang ke Kampus UIN SMH Banten untuk menghadiri wisuda adik. Dari rumah, saya menyadari banyak sekali mahasiswa UIN SMH Banten ikut terlibat di Kelas Menulis Rumah Dunia, dan jika momen wisuda biasanya banyak mahasiswi yang berjualan.

Benar saja, ketika saya datang banyak mahasiswi yang memanggil. Tentu, mereka memanggil tidak semata-mata hanya memanggil, tetapi ingin juga barang jualannya dibeli.
Setiap yang memanggil nama saya, saya beli barang jualannya. Karena banyaknya barang yang saya beli, akhirnya saya bingung membawanya. Sambil menemui adik, saya cari orang yang saya kenal. Alhamdulillah ada. Lalu, saya berikan semua barang yang saya beli sekaligus saya titip untuk dibagikan ke yang lain.

Tentu, saya melakukan hal itu bukan karena banyak uang. Bukan karena mau sohor-sohoran. Tetapi, karena ada pelajaran penting yang dulu pernah saya alami ketika berjualan buku di sekolah. Maka, ketika saya datang ke tempat jualan, atau usaha teman, sebisa mungkin saya mendukung dengan cara memakmurkannya. (*)



