Mengatur Seragam Pramuka Untuk Kupakai Seminggu 3 Kali

Meskipun tetap menganggap aturan soal seragam sebagai sebuah pemaksaan, aku menikmati kewajiban hadir dan total dalam mempelajari materi. Saat itu masih ada agenda seragam Pramuka dua hari dalam seminggu, Jumat dan Sabtu. Jika aku ikut ekskul Pramuka di hari berbeda, terbayang hectic-nya mengatur kondisi seragam untuk dipakai tiga hari dalam seminggu. Mana kegiatan ekskul Pramuka sering membuat seragam kotor. Aku harus siap mencucinya dan mengenakan kembali untuk sekolah di akhir minggu.

Masa SD itulah aku bercita-cita mengikuti seluruh rangkaian kenaikan tingkat dalam kepramukaan. Mulai dari tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, dan Pandega. Oh ya, di SD-ku yang boleh ikut Pramuka adalah kelas 4 ke atas. Tapi aku dan salah satu teman ngotot ikut sejak kami kelas 3. Sebuah akselerasi dari bocah-bocah yang kekurangan kegiatan dan kelebihan tenaga. πŸ˜‚

Jadilah kami berdua anak bawang dan menerima perundungan level paling lemah, dicuekin. πŸ˜‚ Untunglah kami kuat, tahan banting, dan tetap gembira mengikuti kegiatan. Banyak latihan kecakapan hidup kupelajari di dalam ekskul Pramuka. Tali-temali, pertolongan pertama pada kecelakaan, dan belajar berbagai sandi. Ada buku saku tipis yang menjadi panduan kegiatan dan memuat informasi cara-cara bertahan hidup jika berkemah di luar ruangan.

Kegiatan memecahkan sandi menjadi favoritku, karena aku bisa menggunakannya untuk berkomunikasi secara rahasia dengan teman-teman yang tahu cara memecahkannya. Sandi tersulit menurutku adalah Morse, sampai sekarang aku perlu melihat catatan untuk memecahkannya. Kecuali …—…—…— yang menunjukkan tanda bahaya (SOS). πŸ˜‚

Diciptakan oleh Samuel FB Morse dan Alfred Vail, Sandi Morse banyak digunakan sebagai cara menyampaikan pesan rahasia. Keren sekali kan kalau kita paham rangkaian nada pendek dan panjang yang ternyata adalah sebuah deretan huruf. Nada pendek dilambangkan dengan titik, sedangkan nada panjang digambarkan garis.

Lebih keren lagi kalau rangkaian huruf itu adalah sebuah pesan rahasia dari tempat yang jauh. Alat yang digunakan untuk mengirim pesan ini disebut telegraf. Saat perang zaman dulu alat ini jadi andalan untuk mengirim kode-kode rahasia dalam bentuk Sandi Morse. Oh ya selain bunyi, kode bisa dikirim dalam bentuk cahaya. Misal dengan bantuan senter, dihidupmatikan sesuai panjang pendek kode Morse.

Selain Morse, permainan sandi yang menarik adalah semaphore, dengan alat bendera kita bisa menunjukkan kode yang disusun alfabetik. Jika Morse bisa dilakukan di tempat gelap dan rimbun dengan perantaraan cahaya, semaphore harus tampak jelas dan menggunakan lembaran yang dapat berkibar. Dari posisi kain yang berkibar itulah petunjuk alfabet ditentukan.

Selain itu masih ada sandi rumput yang berdasar Sandi Morse, sandi huruf di mana kita memulai urutan alfabet dari huruf ke sekian, sandi kotak, dan lain-lain. Ada yang gampang diingat, ada juga yang ruwet. Tapi sandi-sandi ini perlu dipelajari, terutama jika kamu mau kirim kode ke gebetan.

Tsaah.
… . .-.. .- — .- –
…. .- .-. ..
.–. .-. .- — ..- -.- .-

*) Tias Tatanka

PS: Maaf ya, tanda garis bawah aku ganti dengan garis hubung karena dobel garis bawah akan jadi garis panjang. Ini bahaya karena kalian akan salah mengartikan kode dariku. πŸ˜‚

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==