Menulis Novel Tidak Mungkin Sehari

Ya, tidak mungkin menulis novel dalam sehari. Kemampuan manusia duduk tidak bisa lebih dari 8 jam. Jika 1 jam mampu menulis 10 halaman tanpa berhenti, berarti sehari bisa 80 halaman, itu luar biasa. Mungkin setelah selesai, kamu akan masuk rumah sakit. Saya saja ketika on fire , sehari paling 5 halaman.

Lupakan dulu soal berandai-andai menulis novel bisa sehari. Saya akan membagikan pengalaman, bahwa Ada 3 fase yang harus dilakukan oleh para penulis, seperti halnya para dosen sedang melakukan penelitian :

1. Persiapan menulis ; riset lapangan (observasi, wawancara) dan riset pustaka. Nah, ini memang membutuhkan waktu. Jangan instan. Sabar. Kumpulkan data-datanya. Kadang ide berdatangan saat pre writing ini. Percayalah. Saya sudah mengalaminya ratusan kali.

2. Menulis (intrinsik). Di sini penulis juga menentukan target pembaca. Ini adalah fase kedua. Tentu setelah riset, kamu harus melakukan kontemplasi atau perenungan. Mulailah memikirkan amanatnya, konfliknya, dialognya, setting lokasi dan waktu, karakter tokohnya, endingnya.

3. Merevisi (tanda baca). Ini swa sunting. Biasanya saya mengacu ke unsur intrinsik. Kadang ada alur yang melenceng, konflik kurang kuat, dialog yang tidak membangun karakter, seting yang kurang detail, ending yang tidak meledakkan kepala pembaca. Juga soal tanda baca, ejaan, atau typo.

Jadi ingat, menulis tidak murni mengkhayal dan tidak mungkin sehari. Dengan cara seperti ini, saya sudah menulis 125 buku. Nah, jika ingin mengundang saya untuk writing motivation, ke Tias Tatanka.di 081906311007.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==