Sungguh meriah acaranya. Saya hadir bersama 3 asiten Daniel Mahendra, Rudi Rustiadi, dan Taufik Hidayatullah. Setelah ramah-tamah dengan Sekda Borong di Pusat Pemerintahan Kabupaten, yang ternyata adalah pembaca garis keras novel karya saya – Balada Si Roy, kami meluncur ke lokasi.

Di pintu gerbang, kami disambut upacara adat. Diawali dengan minum tuak dan makan sirih, kami memasuki halaman seolah. Anak-anak SD dengan seragam merah-putih menyambut kami. Saya senang sekali, padahal Covid-19 mengancam setiap saat.


POCADI adalah cara pemerintah lewat Perpusnas RI dalam mengatasi kesulitan akses buku bacaan cetak di wilayah timur. Dengan cara ini semoga budaya membaca masyarakat semakin meningkat.

POCADI adalah perpustakaan digital, sehingga masyarakat jadi mudah mengakses sumber informasi elektronik dengan alat yang menyenangkan pada waktu dan kesempatan yang terbatas.


POCADI berupa 3 PC, tablet atau laptop, rak buku dengan sekitar 1000 buku, dan 1 TV monitor dengan layar besar. Di sekolah ini, POCADI menempati sebuah ruang kelas. Ini seperti sebuah ruangan pintar, karena bisa menembus batas dan menjelajhi dunia.
Gol A Gong



