Mimpi Tingkat Dunia Untuk Timnas Indonesia

Siapa dan dimana pun pecinta sepak bola Indonesia, melihat keberhasilan Tim Indonesia U-16 menjadi kampiun AFF U-16 Boys Championship 2022 tadi malam, pastilah merasa terharu karena bahagia sekaligus bangga. Tapi jangan sampai kebahagiaan dan kebanggaan itu berlebihan sehingga kita semua lupa bahwa adik-adik kita itu masih tengah dalam proses belajar. Sampai membuat kita lengah seolah ini adalah pelepas dahaga paceklik prestasi sepak bola Indonesia. Atau lebih parah lagi—seperti diujar presenter TV yang memandu jalannya laga final kontra Vietnam U-16—telah berhasil mewujudkan mimpi (menjadi juara). Padahal ini mimpi yang berhasil diwujudkan semasa dalam tahap belajar. Bukan mimpi dalam level pemain profesional.

Ada dua hal yang paling menjadi kekhawatiran saya jika semuanya terlena. Pertama, khawatir adik-adik kita terbuai puja-puji lantas sudah merasa puas bahkan menjadi besar kepala. Kedua, kita secara tak sadar merasa dan mengakui PSSI sudah berada di trek yang tepat dan benar dalam pembinaan sepak bola muda usia.

Untuk yang pertama, sepertinya sudah dirasakan dan makanya langsung diantisipasi oleh coach Bima Sakti. Ujarannya saat diwawancara reporter TV menyiratkan itu. Bahwa anak-anak didiknya akan tetap diajak membumi sembari menyiapkan diri menghadapi ajang berikutnya; kualifikasi Piala Asia U-17.

Yang kedua lah yang cukup gawat. Mengakui PSSI sudah berada di trek yang tepat dalam pembinaan sepak bola muda usia gegara keberhasilan Tim Indonesia U-16 ini yang implikasinya gak main-main. Status quo ketiadaan kompetisi berjenjang untuk usia muda dijamin bakal berlanjut. Padahal itulah jembatan bagi bakat-bakat pesepak bola muda usia Indonesia untuk menjadi pemain sepak bola profesional yang andal.

Jika kondisi seperti ini bergeming, sejarah akan berulang; bakat-bakat muda gemilang kita bakal layu sebelum berkembang saat mereka terjun untuk dihantam kebrutalan Liga Indonesia (Liga 1, Liga 2, dst).

Jangan lupa, mimpi kita (yang siap diwujudkan PSSI) itu kan tingkat dunia. Bukan sebatas tingkat Asia Tenggara. Jangan juga lupa, mimpi sejati kita adalah prestasi dan gelar juara di Asia Tenggara, Asia, bahkan dunia adalah untuk TIMNAS SENIOR ALIAS TIMNAS SESUNGGUHNYA bukan tim kelompok umur.

Jika kondisi seperti ini bergeming, karena melimpahnya talenta-talenta muda kita, mimpi-mimpi menjadi juara di tim kelompok umur mungkin bakal sering terwujud. Tapi untuk Timnas Indonesia, menjadi tim papan atas Asia atau bisa tampil di putaran final Piala Dunia bisa dipastikan bakal tetap menjadi mimpi abadi. *

Siuzi
kartunis & Jurnalis

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==