Niswatul Hasanah: Wajib Membaca 30 Buku Nonpelajaran di Program Literasi SMP Unggulan Uswatun Hasanah

Wanita yang selalu mengenakan kaca mata itu mengatakan bahwa ia telah membuat program baru di Gerakan Literasi Sekolah untuk para siswa. “Program yang dimotori oleh koordinator perpustakaan itu adalah kewajiban membaca minimal satu buku dalam satu bulan,” kata wanita yang akrab dipanggil Niswah itu, Kamis (7/7).

Dalam satu semester, ia melanjutkan, ada lima bulan efektif. Berarti, dalam satu semester, para siswa akan “menghabiskan” lima buku. Dalam setahun, para siswa akan mendaras 10 buku. Dan selama bersekolah di SMP Unggulan Uswatun Hasanah, para siswa baru yang duduk di kelas VII akan membaca minimal 30 buku! Generasi Emas Bung Karno sebulan 2 buku. Setahun 25 buku. Nanti para siswa maju mempresentasikan buku yang sudah dibacanya atau menulis resensinya ya, Bu. Kirim ke golagongkreatif.com

“Buku yang dibaca adalah buku-buku di luar buku pelajaran, seperti novel, puisi, cerpen, biografi, sejarah, agama, budaya, ensiklopedia dan buku-buku lainnya,” ucap guru yang diamanahi menjadi kepala sekolah sejak Desember 2021 lalu itu. “Insyaallah program ini akan dimulai pada tahun ajaran baru ini di hari pertama sekolah pertengahan Juli ini,” ujar alumnus Institut Pertanian Bogor jurusan kimia itu sambil membenarkan letak kaca matanya.

Ia menjelaskan, selain untuk membantu pemerintah dalam Gerakan Literasi Nasional, program ini juga dibuat untuk mencetak generasi yang unggul di masa depan. “Dengan membaca, para siswa akan menjadi cerdas,” ungkap ibu dari Ihsan Khoirul Muttaqin (3) dan Ilham Khoirul Mushlihin (11 bulan) itu. “Sebetulnya, kami sudah melaksanakan program literasi baca Alquran sebelum memulai pelajaran sejak sekolah ini berdiri pada 2012 yang bisa menjadi asupan ruh. Namun, saya juga ingin mengembangkan progam literasi untuk menjadi asupan otak.”

Ia berharap, dengan adanya program wajib membaca buku umum ini, para siswa menjadi lebih mencintai buku. “Semoga ke depannya program ini tidak hanya menjadi budaya di sekolah, tetapi juga menjadi budaya sehari-hari di rumah, dan terbawa sampai mereka lulus nanti.”

Untuk mewujudkan itu semua, ia menerangkan, pihak sekolah akan menyediakan sarana dan prasarana. Sekolah akan menyediakan buku-buku teks literasi dan rak buku yang representatif. “Semuanya sudah dianggarkan dan koordinator perpustakaan akan mengolah dan mengontrolnya sekreatif mungkin,” katanya. “Dan akan ada penghargaan khusus bagi para siswa yang gemar membaca buku,” ucap wanita yang gemar melakukan wisata alam itu. *

Ardian Je

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==