Pantai Sikabau: Keindahan Tersembunyi di Perbatasan Sumatera

Pantai Sikabau mungkin salah satu dari puluhan pantai-pantai yang ada di Indonesia yang belum terekspos dan belum banyak diketahui Wisatawan. Pantai Sikabau berasal dari kata ‘Sikerbau’ yang artinya Kerbau, karena di kampung tersebut banyak sekali populasi kerbau bahkan pengunjung bisa menyaksikan gerombolan kerbau berjalan dipinggir pantai pada sore hari. Terletak di pelosok Minangkabau, pantai ini masih sangat alami dan belum banyak dieksplorasi oleh wisatawan.

Pantai Sikabau terletak di Nagari Parit, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Kabupaten Pasaman Barat sendiri merupakan kabupaten perbatasan antara Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Jarak tempuh dari Kota Padang menuju pantai ini sejauh 246 km dengan waktu perjalanan kurang lebih 7 jam menggunakan mobil.

Pesona Alami Pantai Sikabau

Jika ingin menggunakan transportasi umum, dari Kota Padang kalian bisa menggunakan travel tujuan Padang-Ujung Gading dengan ongkos Rp80.000 per orang. Kemudian dari Ujung Gading menuju Pantai Sikabau memakan waktu 40 menit. Sayangnya transportasi umum dari Ujung Gading ke Pantai Sikabau masih terbatas, jika rombongan (10 orang atau lebih) kalian bisa menyewa kereta odong-odong dengan tarif Rp200.000 – 300.000 selama satu hari penuh.

Namun jika bukan rombongan bisa menggunakan Bentor (Becak Motor) muatan 2-4 orang dengan tarif Rp50.000 sekali jalan. Adapun untuk penginapan, kalian bisa menginap di Desa Ujung Gading, satu-satunya desa yang memiliki fasilitas hotel yang bernama Hotel Nita Utama dengan tarif Rp150.000 per malam. Saran saya jangan berekspektasi terlalu tinggi meskipun namanya hotel, namun penginapan ini lebih cocok disebut homestay

Bagi masyarakat lokal khususnya di Kabupaten Pasaman Barat, Pantai Sikabau menjadi salah satu destinasi wisata yang paling diminati, karena keindahan pantainya yang masih alami.

Berteduh di Bawah Pohon Cemara

Meskipun dulunya akses menuju pantai ini cukup sulit karena kondisi jalan yang masih tanah, banyak lobang dan juga bebatuan bahkan ketika hujan sering kali jalanan tidak bisa ditempuh. Namun sejak tahun lalu pemerintah Kabupaten Pasaman Barat perlahan memperbaiki jalan menuju pantai Sikabau guna meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun dari luar provinsi. Tiket masuk ke Pantai Sikabau sangatlah terjangkau cukup membayar uang parkir sebesar Rp5000 rupiah untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Murah bukan?

Pantai Sikabau memiliki keindahan yang mempesona, sejauh mata memandang air laut yang biru menyatu dengan langit biru, pasir pantai yang bersih semakin menyejukkan pandangan. Pantai Sikabau memiliki deburan ombak yang landai sehingga sangat cocok untuk kegiatan berenang atau hanya sekedar bermain air.

Jejeran pohon kelapa dan cemara dipinggir pantai menjadi tempat berteduh sembari menggelar tikar sambil menyantap bekal makanan yang dibawa dari rumah. Untuk tikar kita bisa membawanya sendiri dari rumah atau bisa menyewa di tempat yang dibandrol dengan harga Rp5000 per tikar selama kita di sana. Pantai Sikabau juga sudah terdapat fasilitas kamar mandi dan musholla bagi yang ingin sholat.

Bermain di Pinggir Pantai
Makanan di Pantai Sikabau

Makanan juga bisa kita bawa sendiri dari rumah atau bisa dibeli dari warung yang ada di sana. Menu wajib ketika berkunjung ke Pantai Sikabau adalah Mie Rebus Pedas dan Es Teh. Jika bosan hanya duduk-duduk di tikar, wisatawan juga bisa mengendarai motor di sepanjang pinggiran pantai secara gratis jika membawa motor sendiri, namun jika tidak biasanya layanan penyewaan motor hanya ada jika hari-hari tertentu seperti ketika lebaran atau liburan sekolah.

Pulang dari Pantai Sikabau jangan lupa luangkan waktu barang sehari untuk menikmati makanan dan jajanan khas di Ujung Gading. Kapan lagi bisa menikmati Gulai Ikan Hiu, Mie Gomak, Tek-Tek, Miso, Mie Lontong Medan, Sate Padang dan lain-lain. Sebagai daerah perbatasan Sumatera Barat dan Sumatera Utara, di sana kalian bisa dengan mudah menikmati makanan khas Sumbar dan Sumut sekaligus. Mantap betul!

Jika kalian tertarik berkunjung ke Pantai Sikabau, datanglah ketika hari biasa, agar bisa menikmati keindahan pantai Sikabau dengan leluasa bak pantai pribadi, karena jika datang ketika suasana lebaran sudah dipastikan pantai ini akan padat dengan pengunjung. Yuk jadikan Pantai Sikabau destinasi wisatamu berikutnya!

Nursittah Nasution, lahir dan besar di Kampung Kecil Ujung Gading, perbatasan Sumbar-Sumut, 20 Mei 1993. Selain hobi membaca buku, penulis juga memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan. Beberapa kali ikut serta dalam penulisan buku Antologi Bersama #Nulisyuk yang berjudul “Menabung Cinta untuk Orangtua” dan “Supermom”. Sejak tahun 2014 tergabung dalam komunitas FLP (Forum Lingkar Pena). Beberapa kali memangkan lomba menulis yang diadakan secara online. Total 9 Karya penulis dimuat di majalah online Trivia dan Fimela. Penulis dapat di sapa melalui Instagram: Nursittah Nasution dan
Email: sittahnasution@gmail.com.

TRAVELING setip hari Jumat. Nah, kamu punya cerita traveling? Tidak selalu harus keluar negeri, boleh juga city tour di kota sendiri atau kota lain masih di Indonesia. Antara 1000-1500 kata. Jangan lupa transportasi ke lokasi, kulinernya, penginapannya, biayanya tulis, ya. Traveling diluar negeri juga oke. Fotonya 5-7 buah bagus tuh. Ada honoarium Rp. 100.000. Kirim ke email gongtravelling@gmail.com dan golagongkreatif@gmail.com dengan subjek: traveling.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==