Saat saya sampai di pelabuhan, komunitas lokal PewARTa menampilkan Tarian Tonu Wujo. Setelah sekitar 10 menit mereka tampil, MC Fellyn ( Mawar Hitam ) mengajak penonton yang hadir untuk bisa merapat ke pinggir dermaga, persis di depan kapal Arka Kinari untuk menyaksikan dari dekat pementasan yang menakjubkan ini.

Dimulai dari siluet perempuan menarik dengan musik-musik tipis, lalu pertunjukan multimedia yang tanpa henti dengan ragam lirik campuran dari kurang lebih tiga bahasa Jawa, Indonesia dan juga bahasa Inggris.

Permainan musik profesional yang intens dan berkesan sangat menginspirasi para penonton yang hadir, khususnya para penggiat seni di Flores Timur, karena pertunjukan seperti ini jarang terjadi di Flores Timur.

“Kami yang hadir sungguh sangat beruntung. Ini pengalaman luar biasa,” demikian yang disampaikan April, anggota Bengkel Seni Milenial, SMPK Sura Dewa, yang turut menyaksikan pementasan ini. (Zaeni Boli)



