Saya membawa serta Dzul Uran, Ketua Bengkel Seni Milenial SMK Sura Dewa, yang saya bina. Kesan pertama Dzul bertemu Fidel Artery di bandara Gewayantana Larantuka Fidel adalah sosok yang ramah dan asyik. Pertemuan singkat di Bandara, Senin 24 Juni 2024 sangat berkesan bagi Dzul.

Sesaat sebelum pesawat mendarat, saya bercerita kiprah Fidel saat bersama Artery tentang pertunjukan-pertunjukan yang luar biasa saat mentas di Jakarta dan kota lainnya di Indonesia. Sebagai seorang guru, saya terus memotivasi peserta didik untuk berani menatap dunia yang lebih luas seperti yang di lakukan Fidel dan teman-teman Artery disana.
Pengalamannya sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan motivasi pada generasi muda Flores Timur yang mencintai dunia kesenian khususnya. Pertemuan kami singkat saja tak sampai 30 menit tapi sungguh sangat berkesan bagi Dzul.

Fidel yang ternyata juga memiliki darah Flores Timur mesti melanjutkan perjalanannya diantar oleh saudaranya yang juga sedang menunggu beliau di pintu keluar bandara . Fidel sempat berjanji akan coba bertemu dengan anak-anak BSM hari Sabtu ini setelah liburan bersama sanak keluarga di Flores Timur dan di Sikka.
Semoga kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh anggota BSM nanti .


