Maka di Pemilu 2024 ini, saya memilih menikmati dengan happy saja. Tidak akan ada soft atau hard campaign. Tidak akan ada lagi negative campaign berdasarkan fakta dan data- saya tidak pernah black campaign. Saya ingin pesta demokrasi 2024 yang tidak memecah belah. Bisakah?

Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, Ganjar-Mahfud di mata dan hati para pendukungnya baik & dijagokan. Ada yang mendukung sepenuh hati karena rasa cinta dan sayang, ada yang memang motifnya tahta dan harta. Tidak apa. Nanti alam yang akan menyeleksinya. Tapi yang paling menggembirakan, semuanya ingin Indonesia maju, makmur, dan sejahtera. Itu menuju pesta demokrasi yang tidak memecah belah. Tapi, bisakah? Kita yang harus menjawabnya.

Ketiga capres/wapres 2024 ini orang-orang terpilih. Mereka diusung oleh partai. Mereka menyediakan dirinya jadi tong sampah, dicaci maki oleh kita atas nama demokrasi. Mereka berenam begitu tabah, sabar, dan saling memaklumi jika suatu waktu tampak emosi. Mereka ingin pesta demokrasi yang tidak memecah belah. Jawabannya tetap: bisakah?

Begitu juga para timses dan pendukungnya. Ada yang emosional, tidak siginifikan dengan gelar berderet, ada yang sabar, ada yang penuh strategi, ada yang relijius, temperantal, ada yang…. Semuanya itu orang-orang pilihan. Mereka sudah memilih jalan hidupnya. Barangkali saya dan kamu adalah termasuk orang-orang pengecut, tidak berani seperti mereka – terjun ke medan perang, saling serang, saling caci-maki, setelah itu tertawa haha-hihi.

Jadi, hidup memang pilihan. Mari kita bergembira di pesta demokrasi ini. Setelahnya, kita lihat, apakah yang dituduhkan oleh timses dan pendukung lawannya kepada salah satu capres/cawapres itu terbukti, ketika terpilih jadi pemenang.

Mari, kita nikmati pesta demokrasi ini dengan happy. Kita jaga sama-sama agar aman dan damai. Semuanya menuju satu tujuan: kita sebagai rakyat Indonesia hidup makmur dan sejahtera, tanpa bekerja saja – mengutip Mahfud MD, “Kita sudah mendapatkan uang Rp. 20 juta.”

Dan kata Prabowo, “Kita sama-sama menuju negara raksasa di urutan ke-5 dunia!”
Mari, yuk, mari.
Gol A Gong



