Kami berdiskusi tentang kriteria perlombaan nanti dan kami bersepakat untuk juga memasukkan penilaian kualitatif selain kuantitatif. Terbukti selama proses lomba banyak hal menarik yang muncul dari penampilan para peserta yang terdiri dari 10 sekolah Rayon Wulanggitang.

Meski telah diulang-ulang oleh MC bahwa sejati perlombaan ini semua adalah juara. Semangat yang sangat kuat dipancarkan oleh para peserta sampai-sampai jam makan siang mereka lewatkan lebih dulu untuk menyelesaikan perlombaan.

Setelah semua tampil, dewan juri cukup kewalahan untuk menentukan siapa juara karena dari setiap peserta memiliki kelebihan.

Ada yang menarik dari sisi kostumnya , ada yang kuat vokal, ada yang teatrikal, dan ada yang dinamis musiknya. Keragaman mereka membuat agenda ini jadi begitu menarik. Tapi sebagai sebuah kompetisi mesti ada yang juara.

Maka terpilih tiga terbaik, yaitu SMPN 3 Wulanggitang sebagai juara 1, SMPN SATAP NOBO sebagai juara 2 dan tuan rumah SMPN 1 Wulanggitang menjadi juara 3.

Kami pun sebagai dewan juri merasa puas dengan hasil ini. Yolin Sogen ketua panitia yang juga guru di SMPN 1 Wulanggitang, dalam pesan singkat berterima kasih pada kami bertiga.

Kami menjadi saksi bakat-bakat seni, khususnya puisi yang tumbuh mekar di Rayon Wulanggitang. (*)


