Pos Kupang Award 2023 untuk Maksimus Masan Kian

MENGENAL MAKSIMUS MASAN KIAN

Maksimus Masan Kian dilahirkan pada 9 Januari 1986 di Lewoblolon, sebuah Dusun Kecil, Kampung Honihama, Desa Tuwagoetobi, Kecamatan Witihama, tepatnya di bawah kaki Gunung Ile Boleng, Pulau Adonara. Maksi lahir dari Ibu Kristina Surat Bala (Ibu Rumah Tangga) dan Bapak, Andreas Kewa Ama (Petani) Anak kedua dari dua bersaudara. Saudarinya Florida Ose Ola.

Masa kecilnya Ia lewati dengan perjuangan yang tidak mudah. Ia tidak mengalami hal istimewa seperti Anak lainnya yang medapat perhatian dari kedua orang tua dengan kasih sayang yang penuh. Pembelajaran tentang kehidupan banyak Ia dapatkan dari pertemanan dan jejaring. Dengan siapa saja, Ia mudah bergaul.

Riwayat pendidikan Ia mulai dari SDK Honihama (1993-1999), SMPN 2 Adonara Timur (1999-2002), SMAN 1 Larantuka (2002-2005) dan melanjutkan Pendidikan Tinggi (PT) pada Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Program Studi Pendidikan Biologi (2002-2009). Pada wisuda Maret 2009, Maksi mendapat apresiasi sebagai Lulusan Terbaik FKIP Unwira Kupang.

Pada jenjang sekolah, Maksi Masan telah menunjukkan jiwa kepemimpinan. Sejak SD Ia sudah dipercayakan sebagai Ketua Kelas, di jenjang SMP dan SMA selain sebagai Ketua Kelas, juga dipercayakan sebagai Pengurus OSIS. Sementara di Perguruan Tinggi, Maksi menjabat sebagai Wakil Ketua Senat FKIP Unwira Kupang, juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Umum Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Widya Mandira Kupang.

Selain akfit di organisasi Kampus, Maksi Masan juga berperan aktif di Organisasi Ekstra Kampus diantaranya, bergabung dengan Angkatan Muda Adonara (AMA-Kupang), Aktivitas Pendalam Iman (API) Reinha Rosari, Mahasiswa Katolik Dioses Larantuka- Kupang, Gerakan Mahasiswa Nasional (GMNI) dan turut menggagas berdirinya Organisasi Ikatan Mahasiswa Witihama (IMW) Kupang.

Setelah menamatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Unwira Kupang, Maksi Masan memulai karir sebagai Guru Honor di SMK Bina Karya Larantuka (2009-2010). Akhir 2009 mengikuti seleksi CPNSD Kabupaten Flores Timur dan dinyatakan lulus. Ia mulai bertugas pada Bulan Juli 2010 di SMPK Swasta Pati Beda Lewokluok yang sekarang telah dinegerikan dengan nama SMPN 1 Demon Pagong. Akhir tahun 2013, Ia dimutasi ke Pulau Solor tepatnya di SMPN Satu Atap Watanhura. Sempat disinyalir, mutasi ini “ada muatan politik” karena kekritisan Maksi atas sejumlah hal yang tidak wajar dan tidak adil yang diterima dialami oleh Guru guru di Kabupaten Flores Timur. Maksi kala itu memang dikenal sangat kritis di kalangan Guru Flores Timur. Bahkan ada guru yang berdiri dekat Maksi saja takut. Takut dimutasi.

Hanya beberapa bulan di SMPN Satap Watanhura, melalui perintah lisan dari Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Flores Timur, Maksi dipindahkan ke SMPN Satu Atap Wulublolong. Setelah beberapa bulan, Ia diberikan Surat Perintah Kerja (SPK) ke SMPN Satu Atap Riangpuho, Kecamatan Tanjung Bunga. Dengan senang hati, Maksi mengikuti perintah kedinasan ini. Kurang lebih satu tahun Maksi bertugas di sekolah ini.

Di tengah keterbatasan, jalan rusak, listrik tidak ada, jaringan susah, hidup serba sulit, Maksi mulai mengenal Dunia menulis, melalui Sahabat Pena, Sandro Balawangak. Maksi banyak mengekplor tulisan wilayah pelosok dan mendapat perhatian dari pemerintah. Berbagai media online dan cetak memuat tulisan Maksi.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==