POS KUPANG, memberikan ruang khusus menulis Jurnalisme Warga pada Koran Pos Kupang. Tahun 2015, Maksi meluncurkan Buku perdananya dengan judul “Ujung Pena Guru Kampung”. Karya yang berisi goresan pena guru kampung ini pada kata pengantarnya ditulis oleh Dion DB Putra, Pemimpin Redaksi Pos Kupang kala itu.
Saat masih bertugas di SMPN Satu Atap Riangpuho, Maksi Masan aktif menulis di media sosial dan media cetak di NTT. beberapa tulisannya tembus di media Nasional. Selain itu bersama guru guru di pelosok mendorong Gerakan Literasi Sekolah. Maksi kemudian mendapat mandat dari Pengurus Wilayah Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) NTT, yang diketuai oleh Bapak Thomas Akaraya Sogen untuk membentuk Agupena Cabang Flores Timur, dan tepat pada tanggal 1 Maret 2015, AGUPENA Cabang Flores Timur terbentuk. Maksi secara aklamasi dipercayakan sebagai Ketua Agupena Flores Timur. Hingga periode kedua, Maksi masih dipercayakan sebagai Ketua organisasi profesi yang bergelut dalam dunia tulis menulis ini.

Kiprahnya dalam dunia tulis menulis semakin melambung. Tahun 2016, tulisanya lolos kurasi bersama 27 Guru se Indonesia yang menghasilkan karya buku dengan judul ” Membangun Kapasitas Guru Penulis Indonesia”. Buku ini diluncurkan di Banten, Jawa Barat, dan untuk pertama kalinya, Maksi injakan kaki di Tanah Jawa. Judul tulisan yang diangkat saat itu yakni, Membangun Motivasi Guru Untuk Menulis.
Sejak 2015, Maksi Masan Kian telah menulis 16 buku, 3 diantaranya adalah karya sendiri. Karya buku itu diantaranya, Kumpulan Cerita Rakyat Flores Timur, 2015 (Karya 20 Guru se- Kabupaten Flores Timur), Ujung Pena Guru Kampung (Kumpulan Karya Jurnalistik), 2015 (karya sendiri), Karyamu Karya Bersama, 2016 (karya bersama Wartawan Flores Pos), Membangun Kapasitas Guru Penulis , 2016 (karya bersama 27 guru se Indonesia), Revolusi Mental Ala Guru, 2017 (karya bersama 27 guru se- Kabupaten Flores Timur), PGRI Solor Barat dan Kemanusiaan yang terhempas, 2017 (karya bersama 30 guru se-Kecamatan Solor Barat yang tergabung dalam PGRI Kecamatan Solor Barat).

Juga buku Gokil, Kisah Seru, Lucu dan Menginspirasi, 2018 (Karya 14 Guru Berprestasi pada Kegiatan Seminar Nasional di Jakarta), Leer Inspirerend, 2018 (karya 10 Guru Inspiratif Indonesia), Ujung Pena Guru Kampung II, 2018 (karya sendiri) baru diluncurkan pada tanggal 2 Maret 2019 di Sekolah International Charis School, Kota Malang Jawa Timur, Mata Pena, 2018 (karya bersama siswa SMPN 1 Lewolema yang tergabung dalam Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema), Keteladanan Sebagai Nadi Gerakan Literasi (Karya bersama Penggiat Literasi Se Nusantara yang tergabung dalam kegiatan Residensi Penggiat Literasi di Manado, Minahasa Utara, Tahun 2019), Asal Usul Lewo (Karya bersama Guru se- Kabupaten Flores Timur, Tahun 2019), Menyukat Kesemenjanaan Kita (Karya bersama guru – guru se- Nusantara di tengah Covid-19, Tahun 2020), Ujung Pena Guru Kampung III, Petualangan di Pulau Solor ( Karya tunggal, diluncurkan Bupati Flores Timur pada akhir Oktober 2020), Antalogi Puisi “Titip Rindu Untuk Anak NTT (Karya bersama diluncurkan Tahun 2020) Karya bersama, Sehimpun Mutiara Literasi Indonesia (Kisah Perjuangan dan Inspirasi Menulis bagi Generasi Indonesia) karya bersama.

Aktivitas organisasi dan komunitas kreatif yang ia geluti diantaranya, Sekretaris PGRI Cabang Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur Periode 2013-2018, Ketua Asosiasi Guru Penulis Indonesia Agupena Cabang Flores Timur- NTT (2015-2018) dan terpilih kembali untuk periode ke dua (2019-2021), Sekretaris Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur – NTT, Periode 2016- 2021, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Flores Timur Masa Bakti 2020-2025, Pendiri sekaligus pendamping Taman Baca Pelangi Agupena Flotim di Kota Larantuka.
Maksi juga pendiri sekaligus pendamping Komunitas Literasi SMPN 1 Lewolema, Penggerak Gerakan Katakan dengan Buku (GKdB) di Kabupaten Flores Timur, Penggiat Literasi di Kabupaten Flores Timur – Nusa Tenggara Timur, Koordinator Divisi Formasi Media Pendidikan Cakrawala (MPC) NTT Wilayah Flores Timur, Pendiri Lembaga Simpul Inspirasi Kreasi Nusantara (SINKRON), Pembicara tingkat lokal dan nasional seputar pendidikan dan literasi, Narasumber Pelatihan Jurnalistik untuk siswa dan karya ilmiah untuk guru di Kabupaten Flores Timur – NTT, Mengikuti Kegiatan Konferensi Kerja Nasional PGRI Tahun 2022 di Yogyakarta, Mengikuti Kegiatan Konferensi Kerja Nasional PGRI Tahun 2023 di Samarinda, Kalimantan Timur, mengikuti kegiatan Training Leadership di Bangkok, Thailand (2023).

Sementara apresiasi dan prestasi yang Ia raih yakni, menulis 16 buku dalam kurun waktu 8 tahun, Menjadi Guru Berprestasi dan Pemakalah Kesharlindung Tingkat Nasional Tahun 2018 di Jakarta, Menjadi Guru Berprestasi dan Pemakalah Kesharlindung Tingkat Nasional Tahun 2019 di Jakarta, Terpilih menjadi Instruktur Literasi Nasional 2019 di Jakarta, Peserta Residensi Penggiat Literasi Nasional 2019 di Manado, Menjadi Pemakalah Tingkat Nasional Semiloka “Pengutamaan Bahasa Negara di Ruang Publik“ Tahun 2019 di Jakarta, Terpilih sebagai Peserta Residensi Literasi Terbaik di Manado dan mengikuti Kegiatan
Hari Aksara Internasional di Makasar, Menjadi Penulis Terproduktif se- Indonesia Tahun 2018 yang menulis di Website resmi Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur, Peserta Lomba wideshot Metro TV Tahun 2014, Penerima Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019, Penerima Penghargaan ASTRA INDONESIA 2020, Penerima Penghargaan Pemerintah Daerah Kabupaten Flores Timur Tahun 2022 sebagai Guru Terinovatif di Kabupaten Flores Timur, Menjadi Pengajar Praktik (PP) Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 2, Mengikuti Training Leadership di Thailand Bangkok yang diselenggarakan oleh Education International Asia- Pacific Region dan saat ini sedang mengikuti Bimtek menjadi Fasilitator Pendidikan Guru Penggerak Kemendikbudristek.


