Jika kutulis puisi
rel kereta
bunyi peringatannya
pintu perlintasan ditutup
orang-orang menunggu
namun bergegas
adakah engkau menungguku
di setiap perhentian?
sedangkan aku belum memiliki tiket

Kali ini aku tak tahu
Engkau bersembunyi di mana
menyuruhku membeli tiket
jurusan mana
berhenti atas perintahmu
di stasiun mana

Akankah ada penyambutan
karpet merah dan doa
taburan bunga dan tangisan
untukku yang selalu membuat
arah baru perjalanan?

Itulah sebabnya
aku menolak berhenti
aku masih ingin melihat
panjangnya rel kereta
banyaknya stasiun tanpa perlu
berhenti

Gol A Gong

*) Kedai Djoen,
*) Malioboro, 22 September 2025

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==