Puisi Minggu: 5 Puisi Syamsul Bahri tentang Pendidikan

Pengantar Penyair

Pada mulanya, saya memotret apa saja peristiwa yang ada di sekolah dengan kata-kata. Seiring berjalannya waktu, rasanya tak tega melihat tumpukan kata yang berserakan di depan meja. Lalu, saya bergegas tuk memungutnya satu-satu dan merangkaimya sebuah kata, kalimat dan sebuah puisi.

Proses penciptaan puisi terlahir karena adanya rasa geram, emosi, dan cinta penuh kasih. Semuanya campur aduk. Saya tak tahu di mana saya harus menuangkan rasa yang terpendem ini? Maka, satu-satunya cara agar rasa itu terolah menjadi energi yang positif. Akhirnya, saya berhasil mencipta puisi tentang pendidikan. Kenapa pendidikan? Karena saya sebagai pendidik dan saya merasa memiliki tanggung jawab untuk berurusan dengan puisi saat itu juga dan harus menyelesaikan sesegera mungkin.

Puisi pertama tentang siswa yang di mana ia mendapat label dari teman-temannya. Di dalam kelas, ia selalu menyakiti teman-temannya dengan lidahnya yang sangat tajam. Namun, ada salah satu guru yang selalu berdoa agar ia sembuh dan bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya. Ibu Budi yang selalu ada dalam buku sejarah dan tak akan pernah hilang.

Puisi ini saya ciptakan karena memiliki relevansi yang signifikan. Pada zaman ini banyak sekali peristiwa yang menggambarkan seperti puisi “Congor Rani” tapi realitannya dalam pendidikan kita masih gagap dan malah memperparah keadaan dengan relasi kuasa pendidik. Para pendidik kita masih bingung bagaimana menghadapi murid seperti itu? Akan tetapi, masalah itu bisa diatasi oleh pendidik yang memang benar-benar tulus mengajar dan mendidik murid itu sampai ia sadar bahwa pendidikan itu penting bagi nusa dan bangsa.

Syamsul Bahri

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==