Kita jadi tahu kalau di novel ini ada waktu di hari Minggu bagi TKI untuk berkumpul dengan klub Jahe (janda hebat), saling bertukar pikiran ala Indonesia, selain itu bisa merasakan kebersamaan persahabatan sesama TKI, kebersamaan tanpa memandang kasta, titel atau gelar sarjana bahkan jabatan semata.

Gelisah Camar Terbang banyak mengkisahkan tentang kegelisahan yang saling berkaitan satu sama lain, antara tokoh utama, ibu, ayah, tunangan dan para TKI yang berada di Taiwan. Kegelisahan yang sulit tergambarkan dengan gamblang makanya kita harus membaca kisahnya dengan teliti. Cinta yang yang hadir tak terduga, tentang perjuangan perempuan cantik yang mempertaruhkan hidupnya sebagai buruh migran, membuat kita bertanya: kemana hidup akan bermuara?

Novel Gelisah Camar Terbang banyak memberi pelajaran tentang penderitaan yang dirasakan, sulit untuk bercerita, ketika mendapat pekerjaan yang tidak sesuai dan majikan tidak segan menyakiti mereka, lebih parahnya agen penyalur lebih membela majikannya sehingga mereka lebih memilih melarikan diri dan menjadi TKI Kaburan. Ada juga realita tentang permasalahan kasta dan harta yang masih terjadi dalam kehidupan kita.
Hamzah Sutisna – relawan Rumah Dunia



