Malah UNESCO menyarankan 1 orang Indonesia harus membaca 3 judul buku dalam setahun.
Berarti latih orang Indonesia untuk memiliki keterampilan menulis dan sediakan anggaran untuk mencetak bukunya.

Saya dan Pidi Baiq terus menulis agar ketersediaan buku terjaga. Tentu penulis lain seperti Andrea Hirata, Helvy, Asma, Kang Abik, Benny Arnas, Maman Suherman, Ahmad Fuadi, Tere Liye, Dee, Boy Chandara, Ayu Utami, Leila S Chudori, Ayu Utami, Raditya Dika, Oka Rusmini, penulis gen Z, penulis di komunitas sastra, di platform digital…. Terus juga menulis

Ayo, menulis.
Biaya cetaknya?
Minta sama anggota dewan.
Jangan dikorupsi aja.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia



Cara mengajukan anggaran cetak bagaimana? Buku yang pencetakannya dibiayai dewan boleh dikomersialkan tidak?