DI jalanan kampung, Roro berhenti. Dia membubarkan road race anak-anak remaja, yang mengganggu kenyamanan warga. Mereka mendominasi jalanan, yang biasa dipergunakan oleh ibu-ibu pergi-pulang kerja naik sepeda. Road race itu bubar.

Saya, Rudi, dan Daniel sampai di rumah khas Jawa. Semacam rumah pendopo. Joglo. Sejak di halaman sudah terasa barang-barang bekas seperti botol ditumpuk. Juga ada motor limbah pustaka, yang keliling kampung menampung barang bekas.

Roro menjelaskan Limbah Pustaka setiap hari menyediakan layanan baca gratis, peminjaman buku, sodakoh sampah, wisata edukasi sampah, pelatihan pengolahan limbah hingga menyediakan internet gratis.

Saya berbincang-bincang sebentar. Hari sudah senja. Besok meluncur ke SMAN 1 Ajibarang. Wanita perkasa dari Purbalingga ini berujar, “Mimpi yang jadi kenyataan, Kang Gol A Gong Duta Baca Indonesia, mampir ke Limbah Pustaka, Trimakasih Kang Gol A Gong, Mas Rudi, Mas Daniel. Mas Indra beserta rombongan, Tambahan amunisi penyemangat untuk bergerak, Kerawuhan Tamu Agung Matur Nuwun Ya Allah…Salam Literasi”

Semoga Limbah Pustaka makin maju. Masyarakat di sekitarnya semakin berdaya. Seperti juga tagline saya sebagai Duta Baca Indonesia: Berdaya dengan Buku.
Gol A Gong



