Waktu terus bergulir, anak-anak yang belajar di “Rumah Kue” mulai memetik hasil. Panen raya di kota mereka yang kecil, yaitu bermunculan pembuat kue baru! Kota kecil itu mulai dikenal sebagai lumbung pembuat kue. Beberapa rumah makan merekrut mereka secara profesional.

“Rumah Kue” terus berkembang, orang-orang datang dan pergi. Ada yang kemudian membuka usaha rumah kue dengan nama lain dan berbayar, ada yang hanya mempraktikannya di rumah bersama keluarga agar sakinah mawadah dan warrahmah, dan ada juga yang bekerja di rumah-rumah makan di kotanya dan kota lain.

