Sekitar pukul 16.00 WIB, kami meluncur ke Magelang. Santai saja. Budi Susilo, Ketua Umum PD Forum TBM Jawa Tengah yang juga guru SLB Negeri Magelang mengundang kami. Ada 4 titik kegiatan yang siap kami kunjungi.

Kami tiba di Magelang menjelang Maghrib. Saya capek sekali. Udara panas membuat cepat lelah. Makan malam juga di kamar hotel saja. Budi membelikan kami nasi pecel lele martabak, dan roti Bandung. Nikmat.

Keesokan harinya, Selasa 21 November 2023, titik pertama di SLB Kabupaten Magelang. Budi yang Minggu lalu profilnya muncul di koran Kompas, membuat saya kagum, karena mengajar di sini. Bayangkan kamu berkomunikasi dengan tuna rungu dengan bahasa isarat, dengan tuna netra, tuna daksa, cerebal palsy…

Ketika anak-anak berkebutuhan khusus itu berkumpul di dalam kelas, dada saya bergolak. Saya saksikan Budi dengan bahasa isyarat menjelaskan gambar-gambar yang ada di powerpoint. Selain tuna rungu , ada juga tuna daksa, down syndrome, dan CP. Saya izin keluar ruangan dan air menggenang di kedua mata saya. Andai mereka tahu, saya menangis di luar kelas.

Setelah kuat, saya masuk lagi memberi motivasi kepada mereka. Saya menceritakan pengalaman sebagai atlet paralimpic Indonesia. Mereka bertepuk tangan hangat ketika tahu saya pemegang 5 medali emas Asian Paragames cabor badminton, 1985-89. Mata mereka berbinar, karena prestasi saya menyalakan api semangat mereka.

Agar tidak bosan, saya mengenakan celemek Ajaib Paman Gong. Saya biarkan mereka mengambil hadiah sendiri dari dalam Celemek Ajaib Paman Gong. Saya menatap Budi Susilo, yang tampak bahagia sekali sudah mempertmukan saya dengan murid-muridnya. Saya juga bahagia, Bud.
Gol A Gong
Duta Baca Indonesia



