Mengusung tema “Membaca Itu Sehat, Menulis Itu Hebat”, acara tersebut dihadiri oleh Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Ia menyanyikan bahwa kegiatan semacam ini sangat penting untuk dilakukan, untuk menghadapi Indonesia Emas di tahun 2045.

Hal ini disampaikan Bupati Sumenep saat memberi sambutan setelah melantik Nia Kurnia Fauzi sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sumenep.

“Kegiatan ini akan berpengaruh pada berlangsungnya visi Indonesia Emas 2045, yang mengharuskan masyarakat menjadi masyarakat yang kompetitip, unggul, berdaya saing, dan mampu menyesuaikan dengan kondisi. Kemapuan tersebut bisa di peroleh dengan membaca. Ingat persaingan di tahun 2045 itu tidak mudah,” jelas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Acara bincang-bincang yang membahas seputar strategi meningkatkan budaya baca, dan gerakan literasi di Kabupaten Sumenep itu diisi oleh Andilala (Penggerak Literasi Budaya), Vivi Naviadzatin Nadhor (penulis), Widayanti (pegiat literasi), Zawawi Imron (sastrawan) dan dipando oleh Duta Baca Indonesia, Gol A Gong.

Acara yang yang dibuka dengan penampilan Teater Tatak Parjuga yang di persembahan oleh SDN Juluk 1 Sumenep ini, dilaksanakan secara hybrid, 200 peserta onsite, dan 1500 peserta melalui zoom dan siaran langsung YouTube PAPPBB.

Peserta onsite merupakan perwakilan dari pustakawan, guru, mahasiswa dan pelajar dari jenjang SD hingga SLTA.
Rudi Rustiadi



