Ia menambahkan Komunitas Hambalayo berdiri sejak 2018, Efran juga mengaku sengaja menaruh buku-buku di setiap pojok cafe Hambalayo miliknya.

“Dengan adanya buku-buku di setiap pojok cafe, orang-orang yang datang bukan hanya sekadar makan dan minum, tapi juga bisa membaca buku. Karena pemuda sekarang juga harus hobi membaca,” ujarnya.

Sementara itu Gong menjelaskan tentang tugasnya sebagai Duta Baca Indonesia (DBI). Bahwa salah satu tugas DBI selain mengkampanyekan minat baca, dan menjelaskan tentang memanfaatkan medsos dengan baik pada generasi 4.0.

“Saat ini banyak anak muda yang memanfaatkan medsos seperti YouTube dan lain-lain. Dari sana mereka bisa menghasilkan profit. Seperti Atta Halilintar, Ria Ricis dan lain-lain. Nah, pertanyaannya sudahkah kita juga memanfaatkan medsos untuk hal-hal positif?” kata Gong.

Gong juga mengajak anak-anak muda khususnya Lubuklinggau untuk terus berkarya pada jalan apa saja. Seperti jalan seni, literasi atau hal lain. “Anak muda itu harus kreatif dengan melakukan banyak hal yang positif,” jelas Gong.

Gol A Gong, Toto ST Radik, Rahmat Heldy, RD Kedum, Efran Ronaldi dan peserta lain ikut memeriahkan acara dengan membaca puisi. Dan tanpa terasa Pesta Puisi mesti berakhir pada pukul 22.00 WIB. (*)




