Sekarang, terasa sekali panasnya. Padahal di sekitar Rumah Dunia masih tersisasi pohon sawo, bambu, jati, dan angsana. Saya sedang memikirkan, apakah jika menanam pohon beringin di tengah lapangan Rumah Dunia akarnya berbahaya ke bangunan atau rumah-rumah warga di sekitarnya?

Abdul Salam Hs, Presiden Rumah Dunia 2020-205 mengomentari, “Pohon beringin memberikan keteduhan, tapi pertumbuhannya yang cepat dan akarnya agresif akan merusak struktur bangunan di sekitarnya. Jika tidak bijaksana menanam pohon ini dikemudian hari pasti terjadi bencana.”

Sedangkan Saeful Rohman, relawan Rumah Dunia yang mendapatkan beasiswa belajar Bahasa Inggris di Pare menimpali, “Pohon beringin tidak berbahaya tapi akarnya merusak pondasi rumah dan ubin yang terdongkrak.”

Saya senang dengang pohon beringin. Enak untuk berteduh. Daun-daunnya kecil. Pohon beringin seolah tumbuh untuk mengayomi manusia yang sedang kelelahan menghadapi kejamnya dunia. Banyangkan jika pohon beringin berbuah seperti durian? Pasti Sidharta Gautama atau para bikhsu India tidak akan konsentrasi bertapa di bawahnya.



