Oleh Rudi Rustiadi
Suasana riuh penuh semangat terlihat di aula Granada SD Terpadu Al Qudwah, Rangkasbitung ketika puluhan siswa mengikuti kegiatan pelatihan menulis cerita anak, Kamis 29 Agustus 2025. Acara tersebut mengangkat tema Membuka Jendela Dunia dengan Literasi: Membaca, Menulis dan Berkarya dengan Gembira. Acara ini menghadirkan penulis sekaligus pendiri Rumah Dunia, Tias Tatanka dan Gol A Gong, sebagai narasumber.
Direktur Pendidikan SD Terpadu Al Qudwah, KH. Samson Rahman dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan pelatihan menulis ini dalam rangka menumbuhkan semangat membaca dan menulis di kalangan siswa. Ia juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata meningkatkan literasi sejak dini. Ia berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini akan muncul penulis yang peduli literasi di SD Terpadu Al Qudwah. Selain itu para peserta juga mendapat banyak inspirasi narasumber; Tias Tatanka dan Gol A Gong.



Dalam kesempatan tersebut, Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, turut memberikan motivasi. Ia menekankan pentingnya membaca dan menulis sebagai bekal masa depan. Gol A Gong mengatakan membaca itu perintah Allah, bukan perintah guru, ustad, orang tua atau kiyai, jika kita melakukan perintah tersebut, maka Allah pati akan memberikan hadiah baik di dunia atau di akhirat nanti.


Sebelum sesi pelatihan dimulai, Tias Tatanka membukanya dengan mendongeng menggunakan buku cerita bergambar. Anak-anak tampak antusias menyimak alur cerita yang dibawakan dengan ekspresif. Menurut Tias, mendongeng adalah cara terbaik menumbuhkan imajinasi sebelum anak-anak diajak berlatih menulis.
Pada sesi pelatihan menulis Tias Tatanka mencoba mengarahkan para peserta untuk membuat cerita dengan membuat premis, sinopsis, serta menyusun tokoh dengan keinginan, hambatan, dan penyelesaian telebih dahulu sebagai fondasi cerita.


Setelah memahami premis, anak-anak diajak membuat sinopsis singkat agar alur cerita lebih terarah. Tahap berikutnya adalah mengenal tokoh. Menurut Tias, tokoh harus diberi keinginan kuat yang akan menggerakkan cerita. Tias menjelaskan tanpa keinginan, cerita akan terasa datar. Tapi keinginan tokoh juga harus dihadapkan pada hambatan, sehingga ada konflik yang membuat pembaca penasaran, jelasnya.


Di akhir pelatihan, anak-anak diajak menyusun penyelesaian cerita. Beberapa peserta berhasil menulis cerita sederhana dengan tokoh yang berjuang menghadapi masalah dan menemukan jalan keluar. Pelatihan ini berlangsung hangat dan interaktif. Anak-anak tampak antusias ketika menuliskan ide-ide mereka di kertas kerja yang disediakan.
Untuk menambah semangat, Gol A Gong dan Tias juga membagikan doorprize berupa buku kepada peserta. Bahkan, dua peserta yang berhasil menulis cerita terbaik mendapatkan hadiah khusus berupa novel terbaru karya Tias Tatanka berjudul Negeri Permen.


