Syarif Bando menilai rendahnya budaya baca masyarakat yang berdampak pada indeks literasi yang rendah merupakan kondisi di hilir. Dan ini merupakan fakta yang ada. Namun dia melihat bahwa selama hampir 76 tahun Indonesia merdeka, pembahasan soal kondisi di hilir masih terus berlangsung. Padahal seharusnya kendala yang ada di hulu harus diperbaiki bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Karena itu di 2021 bagaimana peran negara, peran akademisi dan perguruan tinggi untuk menghasilkan buku-buku yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, para penerbit, penerjemah. Bagaimana regulasinya yang memungkinkan buku dari Jakarta bisa sampai ke seluruh pelosok Indonesia,” jelasnya.
Political will dari eksekuif dan legisatif harus ditingkatkan. Misalnya membuat Perda Sistem Perbukuan, supaya ekosistem perbukuan di daerah sehat. IKAPI Daerah dan para penulis bisa bersemangat karena produksnya (buku) diserap.

