Gol A Gong pada kesempatan itu banyak berinteraksi dengan masyarakat Desa Kolaka, mulai dari anak-anak hingga orang tua.
Duta Baca Indonesia Kunjungi TBM Polo Porong Polidatang Flores Timur

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Gol A Gong pada kesempatan itu banyak berinteraksi dengan masyarakat Desa Kolaka, mulai dari anak-anak hingga orang tua.

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong berbagi pengalaman manfaat membaca kepada Komunitas Literasi SMPN Lewolema di Pantai Waimana, Larantuka, Flores Timur

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong memberi semangat kepada 100 pelajar SMAK Santo Fransiskus Asisi Larantuka untuk gemar membaca

Hari Pertama Duta Baca Indonesia di Larantuka kunjungi 5 titik untuk menyebarkan semangat literasi melalui diskusi, workshop, dan interaksi langsung.

Baca, baca, baca! Seruan itu bukan dariku, tapi itu perintah Allah SWT. Bacalah. Nanti kamu akan kaget, karena banyak pintu rezeki terbuka. Percayalah, aku mengalaminya.

Rusmin Sopian atau Rusmin Toboali dari Bangka Selatan menulis, bahwa peran Duta Baca Indonesia dan Daerah kedepannya tidak ringan. Zaman bergerak cepat.

Pada kesempatan itu Gol A Gong menyampaikan banyak hal, mulai dari literasi keluarga, industri perbukuan, hingga memberikan tips dan trik menulis puisi

Menurut Gol A Gong membaca buku membuatnya menjadi orang yang percaya diri dan memiliki wawasan yang luas.

Selamat datang, kembali untuk kedua kalinya, Mas Gol A Gong, Duta Baca Indonesia, di Kabupaten Flores Timur

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Utara, melaksanakan Bincang-bincang Duta Baca Indonesia di Gedung Mapalus Kantor Gubernur.

Setelah chek-in, kami menuju gate D5. Tapi tiba-tiba kaki kiriku sakit. Saya mau cerita beberapa bulan lalu. Saya jogging di alun-alun kota Serang. Saya jalan kaki di batu-batu refleksi itu, yang tajam-tajam. Berat tubuh saya 85 kg. Ternyata itu berbahaya. Saya menjerit. Tumit belakang kaki kiri, nginjek batu yang lancip, nusuk saraf

Pertamakali ke Menado tahun 1987. Dari Jayapura, Ambon, kemudian Bitung. Lalu Menado. Terus ke Tondano. Saat itu masih sulit memiliki kamera canggih. Tak ada foto yang tersisa. Kedua, ketika jadi Ketua Umum PP Forum TBM. Saya lupa tahunnya – antara 2010-2015.

Eni Darlia memiliki harapan besar, bahwa penerus Gol A Gong kelak dapat melakukan hal yang sama bahkan dapat melakukan gebrakan baru yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk literasi Indonesia.

Edi Wiyono yang baru saja merayakan pencapaiannya sebagai Pustakawan Terbaik di negeri ini, kini mensukuri pencapaian lain, yaitu keberlangsungan Prpusnas Press yang dikomandaninya. Usia 5 tahun dengan ratusan buku para pegiat literasi dan Perpusnas Writers Festival yang mulai digandrungi para pustakawan.

Siapapun Duta Baca Indonesia nanti, Komang Saujana berharap, Safari Literasi ala Gol A Gong ke daerah-daerah harus dilanjutkan. Literasi memang tanggung jawab kita semua. Namun, jika tidak senantiasa ada yang menyadarkan tak jarang pihak-pihak yang seharusnya sebagai garda
terdepan gerakan literasi lupa akan amanahnya.

Kata Agus Munawar, Duta Baca Daerah masih “ngekor” kegitannya dengan Dinas Perpustakaan, sehingga keberadaanya belum maksimal. Baru terlihat kemunculan Duta Baca Daerah kalau Dinas Perpustakaan menyelenggarakan kegiatan, dan sebagai penandanya mereka memakai selendang Duta Baca.

Aditya Akbar Hakim berkata, bila Perpustakaan Nasional Republik Indonesia punya pertimbangan lain, bahwa Duta Baca Indonesia nanti mesti publik figur atau artis, misalnya. Maka, mereka yang di daerah ini tetap akan menerima. Meski untuk level kedekatan dan spirit egaliter-nya mungkin tak sekental yang melekat pada diri Gol A Gong.